POSKOTA.CO.ID - Tradisi Meugang adalah salah satu budaya unik yang dimiliki oleh masyarakat Aceh.
Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan seperti sapi atau kerbau, kemudian memasak dan menikmati dagingnya bersama keluarga.
Meugang biasanya dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu menjelang bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar menyantap hidangan lezat, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga dan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Ronjok Sayak, Tradisi unik Saat Idul Fitri di Bengkulu
Makna Tradisi Meugang
Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar tradisi kuliner. Ia memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.
Menjelang bulan Ramadan, Meugang menjadi simbol persiapan menyambut bulan penuh berkah.
Sedangkan saat Idul Fitri dan Idul Adha, tradisi ini menjadi ungkapan kebahagiaan setelah menjalankan ibadah puasa dan merayakan kemenangan.
Selain itu, Meugang juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Daging yang dimasak tidak hanya dinikmati oleh keluarga, tetapi juga dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya berbagi dalam kehidupan masyarakat Aceh.
