Memasuki era 2000-an, perkembangan teknologi semakin mempermudah perjalanan mudik.
Kini, masyarakat dapat memilih berbagai moda transportasi yang lebih cepat dan efisien seperti pesawat terbang, kereta api cepat, dan bus antarkota.
Selain itu, pembangunan jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar dengan daerah asal pemudik semakin mempercepat perjalanan mereka.
Pemerintah dan perusahaan swasta juga mulai menyediakan program mudik gratis bagi masyarakat yang kesulitan secara finansial.
Program ini sangat populer karena memberikan kenyamanan serta keamanan bagi para pemudik.
Selain itu, kemajuan teknologi digital juga mempermudah proses pemesanan tiket transportasi secara online, membuat perjalanan lebih praktis dibandingkan dengan cara konvensional di masa lalu.
Makna Mudik Lebaran

Mudik lebih dari sekadar perjalanan fisik. Ia adalah perjalanan batin yang membawa masyarakat kembali kepada akar budaya dan nilai-nilai luhur.
Lebaran menjadi momen penuh kebahagiaan, di mana keluarga berkumpul, saling berbagi, dan mempererat hubungan.
Tradisi ini juga menjadi waktu bagi masyarakat untuk mengenang dan merayakan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Selain berkumpul dengan keluarga, mudik juga diwarnai dengan berbagai ritual seperti salat Idul Fitri, ziarah ke makam keluarga, dan berbagi rezeki dengan mereka yang kurang mampu.
Makanan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang menjadi bagian dari perayaan yang mempererat kebersamaan.
Meskipun teknologi telah memudahkan komunikasi jarak jauh, banyak orang tetap memilih mudik sebagai cara untuk menjaga tali silaturahmi secara langsung.