Lihat secara teliti seluruh permukaan ban. Cari apakah ada keretakan, benjolan, atau bahkan benda asing seperti paku. Benjolan pada dinding ban biasanya menandakan ada kerusakan struktur di dalam ban yang berbahaya jika dibiarkan.
Auto Tyre Indonesia juga menegaskan bahwa ban yang terlihat baik dari luar belum tentu aman digunakan jika usia pakainya sudah melewati batas waktu.
4. Cek Usia Ban
Selain ketebalan, usia ban juga perlu diperhatikan. Ban mobil yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, meskipun jarang digunakan, cenderung keras dan getas. Ini meningkatkan risiko pecah ban saat mobil melaju kencang di jalan tol.
Lihat kode produksi ban yang terdiri dari empat digit angka di sisi ban. Misalnya, kode 3220 berarti ban dibuat pada minggu ke-32 tahun 2020. Jika sudah mendekati 5 tahun, lebih baik diganti untuk keamanan.
5. Pastikan Ban Cadangan Siap Pakai
Menurut Auto Tyre Indonesia, ban serep sering kali diabaikan. Pastikan kondisi ban cadangan Anda layak jalan, tekanannya sesuai, dan tidak ada keretakan di karet ban. Siapkan juga perlengkapan seperti dongkrak, kunci roda, dan senter sebagai antisipasi di tengah perjalanan.
Baca Juga: Tips Mudik Lebaran Menggunakan Kapal Laut untuk Pertama Kali
6. Lakukan Spooring dan Balancing
Jika saat berkendara setir terasa bergetar atau mobil cenderung menarik ke satu sisi, segera lakukan spooring dan balancing. Auto Tyre Indonesia menyebutkan, spooring memastikan sudut kemiringan roda sesuai standar pabrikan, sedangkan balancing menjaga kestabilan putaran roda.
Kedua hal ini penting agar ban aus secara merata dan kendaraan tetap nyaman dikendarai, terutama untuk perjalanan jauh seperti mudik.
7. Lakukan Rotasi Ban
Rotasi ban bertujuan untuk menyamakan keausan di setiap roda. Biasanya dilakukan setiap 10.000 km, namun jika akan mudik jauh, sebaiknya lakukan rotasi lebih awal. Auto Tyre Indonesia menjelaskan bahwa ban depan biasanya lebih cepat aus karena menopang beban mesin dan pengereman.
8. Perhatikan Beban Muatan
Selain kondisi ban, pastikan beban kendaraan tidak melebihi kapasitas maksimal. Beban berlebih membuat tekanan pada ban bertambah, sehingga memperbesar risiko ban pecah.
Auto Tyre Indonesia menyarankan pemudik membawa barang secukupnya dan merata di dalam kabin atau bagasi, bukan di atas mobil.
9. Siapkan Alat Tambal Ban Darurat
Bagi Anda yang memilih jalur mudik yang sepi, Auto Tyre Indonesia menyarankan membawa alat tambal ban darurat seperti tire repair kit dan portable compressor. Alat ini sangat membantu bila terjadi kebocoran di area tanpa tambal ban terdekat.