Di era digital, perayaan Lebaran juga semakin berubah. Jika dulu masyarakat mengirim kartu ucapan sebagai bentuk silaturahmi, kini pesan-pesan Lebaran dapat dikirim dengan cepat melalui WhatsApp, Instagram, dan platform digital lainnya.
Mudik pun tetap menjadi tradisi penting, dengan pemerintah bahkan menyediakan program mudik gratis untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman.
Tak hanya itu, semangat berbagi di bulan Syawal semakin berkembang dengan banyaknya kegiatan sosial seperti pembagian zakat, santunan kepada anak yatim, dan berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan.
Ini menegaskan bahwa Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial.
Bukan Sekadar Perayaan

Dari masa kerajaan hingga era modern, Lebaran terus berkembang dan menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Islam di Indonesia.
Tradisi seperti mudik, halal bihalal, dan berbagi rezeki adalah bukti bahwa Lebaran lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Ia adalah simbol persatuan, kasih sayang, dan kebersamaan yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia.
Di tengah kemeriahan Lebaran, mari kita jadikan momen ini sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan merenungi makna sebenarnya dari Idul Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.