Mengapa Ketupat Selalu Ada Saat Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya

Selasa 01 Apr 2025, 21:02 WIB
Terbuat dari daun kelapa muda (janur), ketupat merupakan simbol khas dalam tradisi kuliner Indonesia, khususnya saat perayaan Idulfitri. Hidangan ini biasanya diisi dengan beras dan direbus hingga matang. (Sumber: Pixabay/ignartonosbg)

Terbuat dari daun kelapa muda (janur), ketupat merupakan simbol khas dalam tradisi kuliner Indonesia, khususnya saat perayaan Idulfitri. Hidangan ini biasanya diisi dengan beras dan direbus hingga matang. (Sumber: Pixabay/ignartonosbg)

Proses ini mengajarkan kesabaran dan ketekunan, yang juga berlaku dalam kehidupan. Tidak ada yang instan dalam membuat ketupat, begitu pula dalam mencapai kesuksesan di dunia nyata.

Di banyak desa di Jawa, pembuatan ketupat menjadi kegiatan bersama. Keluarga dan tetangga berkumpul untuk saling membantu, berbagi cerita, dan mempererat hubungan.

Dengan demikian, ketupat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga sebuah ritual sosial yang memperkuat tali silaturahmi.

Makna Ketupat dalam Kehidupan

Filosofi ketupat dan opor ayam lebaran Idul Fitri (Foto: unsplash)

Ketupat lebih dari sekadar hidangan Lebaran. Ia mengajarkan nilai-nilai kehidupan, seperti kesabaran, kerja keras, dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga serta masyarakat.

Ketupat juga mengingatkan kita untuk saling memaafkan dan menjaga kebersihan hati.

Setiap gigitannya mengandung doa dan harapan agar hidup dipenuhi keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan.

Sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun, ketupat terus mempertahankan eksistensinya dalam setiap perayaan Lebaran.

Meskipun berbagai makanan baru bermunculan, ketupat tetap menjadi simbol kebersamaan, perjuangan, dan kemenangan yang tak tergantikan.

Berita Terkait

News Update