Ketupat yang terbuat dari nasi dan dibungkus daun kelapa muda melambangkan kebersihan dan keikhlasan dalam menyambut hari kemenangan.
Anyaman daun kelapa yang rumit menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan, yang harus dihadapi dengan ketelitian dan kerja keras.
Setelah Ramadan yang penuh ujian, Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk merayakan kemenangan dengan penuh sukacita.
Variasi Ketupat di Berbagai Daerah

Meskipun ketupat sangat erat kaitannya dengan budaya Jawa, makanan ini juga dikenal di berbagai daerah di Indonesia.
Setiap daerah memiliki cara unik dalam membuat dan menyajikannya. Di Bali, ketupat dikenal dengan nama "tipat" dan sering disajikan dalam upacara adat.
Baca Juga: Cara Membuat Ketupat Lebaran yang Pulen dan Tahan Lama
Di Sumatera, ketupat juga menjadi hidangan wajib dalam berbagai perayaan, termasuk Lebaran.
Beragam bentuk dan varian ketupat mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Namun, di balik perbedaannya, ketupat tetap memiliki makna yang sama, yakni simbol kemenangan atas hawa nafsu setelah berpuasa sebulan penuh.
Inilah yang menjadikan ketupat sebagai hidangan pemersatu berbagai suku dan budaya di Indonesia.
Proses Pembuatan Ketupat
.jpg)
Membuat ketupat bukanlah pekerjaan yang mudah. Prosesnya dimulai dengan memilih daun kelapa muda yang segar, kemudian dianyam dengan keterampilan khusus agar hasilnya rapat dan sempurna.
Jika anyaman tidak rapat, ketupat yang dihasilkan tidak akan berbentuk baik.
Setelah dianyam, ketupat diisi dengan beras dan direbus dalam air mendidih selama beberapa jam hingga teksturnya padat dan kenyal.