Niat puasa Syawal sejak malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."
Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadan, niat puasa sunnah Syawal masih boleh dilakukan pada pagi hari hingga sebelum Zuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Jika seseorang baru memutuskan untuk berpuasa di siang hari, ia dapat membaca niat berikut:
Niat puasa Syawal di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala."
Dengan fleksibilitas ini, umat Islam tetap dapat menjalankan puasa Syawal meskipun tidak sempat berniat dari malam sebelumnya.
Tata Cara Puasa Syawal
Tata cara pelaksanaan puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa pada umumnya, yaitu:
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Melakukan sahur sebelum terbit fajar, meskipun tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena mengandung berkah.
- Berbuka puasa segera setelah matahari terbenam dengan makanan atau minuman yang halal dan baik.
- Memperbanyak amalan sunnah seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah untuk menambah pahala.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Wisata Jakarta untuk yang Tak Mudik Lebaran Idul Fitri 2025, Cocok untuk Instagramable