PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Jalan nasional Pandeglang-Labuan kini menjadi jalur yang 'menyeramkan' bagi para pengendara yang melintas, terutama menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri.
Ruas jalan di Kampung Cisata, Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, Pandeglang, tampak memprihatinkan. Di jalan tersebut ada lubang-lubang besar menganga, yang mengancam keselamatan para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.
Di sepanjang jalur itu, pemandangan tak biasa muncul. Sejumlah pohon pisang tampak tumbuh bukan di kebun atau ladang, melainkan di tengah jalan.
Beberapa galon air kosong juga berdiri tegak di tepi lubang-lubang dalam yang menganga. Semua itu bukan tanpa alasan, warga Cisata terpaksa menanam pohon pisang sebagai penanda agar pengendara tidak terperosok ke dalam lubang yang berbahaya.
Baca Juga: Disapu Puting Beliung saat Menyantap Hidangan Sahur
Tb. Muhamad Afandi, salah seorang warga setempat, berdiri di tepi jalan dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Dia menunjuk ke arah salah satu lubang besar yang sudah "dihias" pohon pisang.
Menurut Afandi, kondisi jalan nasional di wilayah Cisata saat ini sudah sangat membahayakan. Sebab kerusakannya terbilang parah dan berpotensi menimbulkan banyak korban.
“Hati-hati bagi para pengendara yang melintas di jalur Pandeglang-Labuan, tepatnya di Cisata, karena di sepanjang jalur itu banyak lubang besar,” ujarnya kepada Poskota, belum lama ini.
Afandi menyebutkan, pohon pisang yang ditanam warga bukan hanya sebagai tanda bahaya, tetapi juga sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan tersebut.
Baca Juga: Tancap Gas Pulang Kampung Duluan, Pemudik Serbu Terminal dan Stasiun
"Itu lubangnya besar, makanya kami tanami pohon pisang. Selain supaya pengendara tahu, ini juga bentuk protes kami ke pemerintah," katanya.
Jalur Pandeglang-Labuan memang dikenal sebagai jalur vital yang dilintasi ribuan kendaraan setiap harinya, apalagi menjelang Lebaran seperti saat ini.
Namun, jalur tersebut kini berubah menjadi perangkap maut. "Bahkan, beberapa hari lalu juga ada pengendara motor yang kecelakaan karena bannya masuk ke dalam lubang. Korbannya luka-luka," ungkap Afandi.
Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan oleh Yandi, warga lainnya. Dia menuturkan, kondisi jalur nasional Pandeglang-Labuan semakin mengkhawatirkan karena selain penuh lubang, penerangan jalan umum (PJU) di jalur tersebut juga sangat minim.
“Kalau malam hari jalurnya gelap, lubang-lubang itu jadi tidak kelihatan. Ini sangat berbahaya, apalagi buat para pemudik nanti,” katanya.
Yandi berharap pemerintah segera turun tangan sebelum arus mudik mencapai puncaknya. Menurutnya, keberadaan lubang-lubang besar di jalan nasional ini tidak hanya merugikan pengguna jalan tetapi juga berpotensi merenggut nyawa.
"Hampir di sepanjang jalur ini sekarang banyak lubang besar, dan itu akan membahayakan pengguna jalan. Maka kami mendesak agar pemerintah secepatnya melakukan perbaikan," tuturnya.
Warga Kecamatan Cisata, Pandeglang, juga berharap kepada pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) agar segera melakukan tindakan cepat untuk mengatasi masalah jalan tersebut.
Jalan nasional Pandeglang-Labuan adalah nadi utama bagi warga yang hendak mudik atau beraktivitas sehari-hari. Jika tidak segera diperbaiki, potensi kecelakaan lalu lintas bisa semakin tinggi.
"Kami mohon kepada BPJN segera memperbaiki jalan ini, sebelum ada korban jiwa. Jangan tunggu sampai Lebaran tiba, karena saat itu jalan ini akan lebih padat dari biasanya," kata dia.