Mereka membawa berbagai spanduk, orasi, dan tuntutan agar pemerintah dan DPR meninjau ulang pasal-pasal yang dianggap kontroversial.
Aksi ini juga diwarnai dengan seruan untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasi dan memperkuat kontrol sipil atas militer.
Menanggapi hal ini, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Jimly Asshiddiqie pun membuka suara.
Baca Juga: Demonstrasi Tolak RUU TNI di Malang Berujung Ricuh, DPRD Kota Malang Menyayangkan Korban Luka
Melalui akun resmi X @JimlyAs, ia menyebutkan bahwa demo di berbagai kota mengenai RUU TNI memperlihatkan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat yang dinilai kian sombong.

“Demo di bnyak kota ttg RUU TNI= tanda distrust makin luas, kpercayaan kian turun karna pjbt trasa kian sombong, gap komunikasi kian jauh dg rkyat, smua parpol dirangkul agar tdk ada lgi beda pndpat,” tulisnya dilansir Poskota pada Senin, 24 Maret 2025.
Maka dari itu, Jimly menyimpulkan bahwa hanya gerakan civil society dari bawah yang menjadi harapan masyarakat.
“Maka tinggal gerakan civil society dari bwh jadi satu2nya harapan rakyat trsisa,” pungkasnya.