Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi (nama anak) fardhan lillahi ta’ala.
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti (nama anak) fardhan lillahi ta’ala.
Mewakili Orang Lain
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (nama orang yang diwakili) fardhan lillahi ta’ala.
Baca Juga: Apakah Fakir Miskin juga Wajib Menunaikan Zakat Fitrah? Simak Penjelasan Buya Yahya
Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah
Berikut langkah-langkah praktis dalam menunaikan zakat fitrah:
Pastikan Jumlah Tanggungan
Hitung siapa saja yang menjadi tanggungan Anda, seperti pasangan, anak-anak, atau anggota keluarga lain yang tidak mampu.
Hitung Besaran Zakat
Kalikan jumlah jiwa dengan besaran zakat fitrah (berupa beras 2,5 kg/3,5 liter per jiwa atau uang tunai Rp47.000 per jiwa).
Bayar ke Mustahik atau Amil Zakat
Zakat fitrah dapat langsung diberikan kepada delapan golongan penerima zakat (mustahik), yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Namun, lebih dianjurkan diserahkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya.
Serah Terima dan Doa
Amil zakat biasanya akan membimbing pembacaan niat, lalu memberikan doa kepada pemberi zakat:
Ajrakallahu fiima a’thaitha wa baarakallahu fiima abqaita wa ja’alahu laka thahuuran
"Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang kau berikan, memberkahi harta yang masih ada padamu, dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu."
Hikmah dan Tujuan Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki tujuan utama menyucikan orang yang berpuasa dari dosa-dosa kecil selama Ramadan, sekaligus membantu kaum fakir miskin memenuhi kebutuhan pokok mereka di hari raya.