Raja Isa mengatakan bahwa Timnas Indonesia terlalu memaksakan untuk bermain ofensif membuat pertahanan menjadi terbuka.
"Saat lawan Australia, Patrick Kluivert seperti memaksakan main ofensif. Boleh mengejar kemenangan, tapi pertahanan juga harus diperkuat," ungkapnya.
Ia menilai bahwa Kluivert tak akan lupa bahwa pemainnya sedang dalam kondisi lelah karena baru tiba dari perjalanan jauh.
"Tapi dia sepertinya lupa kalau mayoritas pemain naturalisasi datang dari dalam kondisi lelah di perjalanan dan kompetisi di Eropa," jelasnya.
Pelatih Timnas Malaysia ini mengatakan bahwa para pemain di Indonesia hanya mampu bermain baik di awal pertandingan
"Indonesia hanya mampu tampil bagus di menit awal, berikutnya faktor kelelahan tak bisa dibohongi," ucapnya.
Padahal jika pelatih berkebangsaan Belanda tersebut mengincar hasil imbang sudah cukup menjadi modal bagus bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi Bahrain dan China di laga selanjutnya.
"Kalkulasi ini tampaknya yang kurang diperhitungkan. Seharusnya Indonesia bisa dapat tambahan poin menjadi tujuh. Sedangkan Australia hanya punya satu kandang lawan Jepang dan dua tandang lawan China dan Arab Saudi," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa Kluivert terlalu terburu-buru dan ingin menyamakan penampilan tadi Timnas Indonesia di bawah soalnya sama saat dilatih oleh pelatih terdahulu.
"Sebagai pelatih baru pasti ingin menunjukkan kerjanya. Tapi cara Patrick Kluivert terlalu berani. Menurut saya permainan cantik tak penting, meraih poin harus diutamakan. Kalau sudah begini, Patrick Kluivert sendiri yang pusing," pungkasnya.