Dalam waktu dekat, ia mudik bersama orang tua ke Jawa Tengah. Barang-barang pun, seperti kulkas dan barang elektronik lain, diikat dan digantung supaya tidak terendam.
"Paling saya ikat-ikatin, saya gantung biar enggak kerendem. Itu buat barang-barang berharga aja," jelasnya.
"Kalau enggak gitu kan bahaya juga, kalau tiba-tiba rob datang barang kita malah jadi enggak selamat," ucapnya.
Baca Juga: Cegah Banjir, Bangunan Liar di Tambun Utara Ditertibkan
Ketua RW 22 Kelurahan Muara Angke, Bani menyampaikan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi kepada warga soal potensi rob yang bakal terjadi akhir Maret 2025 atau menjelang lebaran.
"Saya bakal sosialisasi ke warga, mengingatkan ke warga. Karena setiap peringatan yang diberikan BMKG, pastinya selalu dishare ke grup RT/RW," kata Bani.
Menurutnya, belum lama ini pihaknya menggelar rapat wilayah terkait persiapan keamanan sebelum lebaran. Rapat fokus ke bencana kebakaran hingga pencurian.
"Namun kami bakal kembali sosialisasi soal bencana rob yang katanya berpotensi terjadi," ucapnya.
Baca Juga: Dinas Pertanian Siapkan 43,8 Ton Benih untuk Petani Terdampak Banjir
Bani sendiri berencana tidak mudik lebaran dan standby di wilayah. Ia menyebut warga yang mudik biasanya sudah melakukan persiapan.
Di sisi lain, ia mengungkapkan sejauh ini pemerintah sudah berupaya menanggulangi rob diantaranya pembersihan saluran.
"Pengerukan lumpur yang ada di drainase bersama warga, ketua RT, RW, PPSU, dan SDA. Kemudian penutupan air (tanggul). Walaupun beberapa persen, artinya sudah dilakukan," ujarnya.