POSKOTA.CO.ID - Puasa qadha Ramadan adalah kewajiban bagi umat Muslim yang tidak sempat menjalankan puasa di bulan Ramadan karena alasan yang diperbolehkan oleh syariat Islam.
Hal ini termasuk sakit, bepergian jauh, atau kondisi lainnya yang membolehkan seseorang tidak berpuasa.
Untuk menggantinya, seseorang harus menjalankan puasa qadha di luar bulan Ramadan dengan niat yang benar.
Baca Juga: Apakah Boleh Membayar Utang Puasa Menjelang Ramadan? Ini Penjelasannya
Pengertian Puasa Qadha Ramadan
Puasa qadha adalah puasa pengganti yang diwajibkan bagi mereka yang tidak dapat menunaikan puasa Ramadan.
Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:
"Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)
Ayat ini menegaskan bahwa umat Muslim yang sedang dalam kondisi tertentu diperbolehkan tidak berpuasa, tetapi tetap diwajibkan untuk mengganti hari-hari yang terlewat di lain waktu.
Baca Juga: Catat! Jadwal Libur Puasa 2025 untuk Anak Sekolah Mulai Akhir Pekan Ini
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan
Dalam Islam, niat menjadi rukun utama dalam setiap ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya..." (HR. Bukhari dan Muslim)
Niat puasa qadha harus dilakukan sebelum fajar menyingsing dan bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadhan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Baca Juga: Puasa yang Benar Seperti Apa? Begini Kata Ustadz Adi Hidayat
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha
Puasa qadha dilakukan dengan cara yang sama seperti puasa wajib di bulan Ramadhan. Berikut tata caranya:
Makan Sahur
Disunnahkan untuk makan sahur sebelum waktu Subuh agar tubuh memiliki energi selama berpuasa.
Baca Juga: Puasa Ramadan 2025 Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Sidang Isbat Kemenag
Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Tidak makan, minum, atau melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Berbuka Puasa
Berbuka dengan makanan ringan seperti kurma atau air putih sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Waktu Terbaik untuk Mengqadha Puasa Ramadhan
Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:
- Hari Raya Idulfitri
- Hari Raya Iduladha
- Hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)
Baca Juga: Menjelang Ramadhan 1446 Hijriah, Bagaimana Penentuan Awal Puasa di Indonesia?
Disarankan untuk segera mengqadha puasa setelah Ramadan agar kewajiban ini tidak tertunda.
Hikmah Melaksanakan Puasa Qadha
Melaksanakan puasa qadha bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga memiliki banyak hikmah, antara lain:
Bentuk Ketaatan kepada Allah SWT
Menjalankan puasa qadha adalah bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.
Meningkatkan Kedisiplinan dan Kesabaran
Puasa mengajarkan untuk menahan hawa nafsu, bersabar, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: Tips Mengajarkan Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan dengan Menyenangkan
Menggali Makna Pengendalian Diri
Dengan berpuasa, seseorang belajar untuk mengendalikan diri dari godaan duniawi.
Memahami niat, tata cara, dan hikmah puasa qadha, kita bisa menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan penuh kesadaran.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam menjalankan kewajiban ini. Aamiin.