Namun, karena integrasi yang erat dan hak istimewanya, jika Falcon mengalami malfungsi, bisa menyebabkan masalah serius.
Gangguan saat ini disebabkan oleh pembaruan Falcon yang membuat komputer Windows 10 mogok dan mengalami "layar biru kematian" (BSOD).
Falcon banyak digunakan karena CrowdStrike adalah pemimpin pasar dalam solusi EDR, sehingga perangkatnya umum digunakan oleh organisasi yang peduli terhadap keamanan siber, seperti rumah sakit, perusahaan media, universitas, dan supermarket besar. Dampaknya bersifat global dan skala penuh masih belum diketahui.
PC rumahan tidak terpengaruh karena produk CrowdStrike jarang digunakan pada PC rumahan.
Produk ini disesuaikan untuk organisasi besar yang perlu memantau jaringan dan merespons intrusi secara tepat waktu.
Pengguna rumahan lebih sering menggunakan perangkat lunak antivirus dari perusahaan seperti Norton dan McAfee.
Saat ini, CrowdStrike telah menyediakan petunjuk manual untuk memperbaiki masalah pada komputer yang terpengaruh.
Sayangnya, belum ada perbaikan otomatis yang tersedia, beberapa tim TI mungkin dapat memperbaiki masalah dengan cepat dengan menghapus dan memulihkan komputer dari cadangan, atau mengembalikan versi Falcon yang terpengaruh.
Namun, banyak organisasi mungkin butuh waktu lama untuk menyelesaikan masalah ini sepenuhnya.
Ironisnya, insiden ini terjadi karena para profesional keamanan telah mendorong penerapan teknologi keamanan canggih seperti EDR selama bertahun-tahun.
Namun, teknologi yang sama kini menyebabkan pemadaman besar yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun.
Perusahaan seperti CrowdStrike seharusnya sangat berhati-hati saat menerapkan pembaruan otomatis pada produk mereka.