Penyebab Microsoft windows blue screen secara massal, kenali apa itu CrowdStrike. (Foto: Forbes)

NEWS

Mengenal Apa Itu CrowdStrike, Penyebab Microsoft Windows Blue Screen Massal

Jumat 19 Jul 2024, 22:42 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Saat ini sedang terjadi gangguan teknologi besar-besaran saat ini memengaruhi sistem komputer di seluruh dunia yang mengakibatkan terjadinya blue screen secara massal.

Gangguan yang terjadi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala dan tingkat keparahannya.

Gangguan tersebut dikaitkan kembali dengan CrowdStrike Falcon, sebuah perusahaan keamanan siber berbasis di Amerika Serikat dengan perangkat lunak yang diinstal pada sistem Windows, Mac, dan Linux di seluruh dunia.

Namun, gangguan ini tidak terjadi pada PC rumahan karena produk CrowdStrike jarang digunakan pada PC rumahan.

Dilansir dari abc.net, CEO CrowdStrike George Kurtz mengatakan gangguan teknologi global yang memengaruhi berbagai bisnis disebabkan oleh "cacat" dalam "pembaruan konten tunggal" untuk host Windows.

Pemadaman yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mematikan sistem di seluruh Australia dan internasional.

Pemadaman ini termasuk di layanan darurat, lembaga pemerintah, outlet media, bandara, dan pusat perbelanjaan.

Apa itu CrowdStrike Falcon dan mengapa perangkat lunak ini menyebabkan gangguan yang meluas?

Dilansir dari the conversation AU, CrowdStrike Falcon adalah produk dari perusahaan keamanan siber AS, CrowdStrike.

Perangkat lunak ini merupakan "deteksi dan respons titik akhir" (EDR), yang memantau komputer untuk tanda-tanda aktivitas berbahaya dan membantu mengunci ancaman tersebut. 

Falcon harus memantau komputer secara rinci, sehingga memiliki akses ke banyak sistem internal, termasuk komunikasi melalui internet dan program yang berjalan.

Namun, karena integrasi yang erat dan hak istimewanya, jika Falcon mengalami malfungsi, bisa menyebabkan masalah serius.

Gangguan saat ini disebabkan oleh pembaruan Falcon yang membuat komputer Windows 10 mogok dan mengalami "layar biru kematian" (BSOD).

Falcon banyak digunakan karena CrowdStrike adalah pemimpin pasar dalam solusi EDR, sehingga perangkatnya umum digunakan oleh organisasi yang peduli terhadap keamanan siber, seperti rumah sakit, perusahaan media, universitas, dan supermarket besar. Dampaknya bersifat global dan skala penuh masih belum diketahui.

PC rumahan tidak terpengaruh karena produk CrowdStrike jarang digunakan pada PC rumahan.

Produk ini disesuaikan untuk organisasi besar yang perlu memantau jaringan dan merespons intrusi secara tepat waktu.

Pengguna rumahan lebih sering menggunakan perangkat lunak antivirus dari perusahaan seperti Norton dan McAfee.

Saat ini, CrowdStrike telah menyediakan petunjuk manual untuk memperbaiki masalah pada komputer yang terpengaruh.

Sayangnya, belum ada perbaikan otomatis yang tersedia, beberapa tim TI mungkin dapat memperbaiki masalah dengan cepat dengan menghapus dan memulihkan komputer dari cadangan, atau mengembalikan versi Falcon yang terpengaruh.

Namun, banyak organisasi mungkin butuh waktu lama untuk menyelesaikan masalah ini sepenuhnya.

Ironisnya, insiden ini terjadi karena para profesional keamanan telah mendorong penerapan teknologi keamanan canggih seperti EDR selama bertahun-tahun.

Namun, teknologi yang sama kini menyebabkan pemadaman besar yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun.

Perusahaan seperti CrowdStrike seharusnya sangat berhati-hati saat menerapkan pembaruan otomatis pada produk mereka.

Dapatkan berita pilihan editor dan informasi menarik lainnya di saluran WhatsApp resmi Poskota.co.id. GABUNG DI SINI

Tags:
gangguan teknologiblue screencrowdstrike falconpenyebab blue screen massal

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor