JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menyalurkan bantuan sosial berupa saldo dana gratis sebesar Rp600.000 bagi mereka yang terpilih.
Adapun dana bantuan PKH bisa dicairkan dan didapatkan bagi warga yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Hal tersebut dilakukan sebagai bukti bahwa warga tersebut adalah benar Warga Negara Indonesia dan berhak menerimanya.
Maka dari itu, warga yang NIK E-KTP-nya tercantum dalam daftar penerima bantuan, segera cek dan klaim bantuan tersebut untuk meringankan beban ekonomi Anda.
Di bulan Juni 2024 ini, bantuan sebesar Rp600.000 akan diberikan kepada keluarga terpilih yang NIK E-KTP-nya sudah terdaftar dalam program tersebut.
Cara Mengecek NIK E-KTP Penerima Bansos
1. Kunjungi Situs Resmi:
Buka situs resmi Kementerian Sosial atau portal khusus bantuan sosial yang disediakan oleh pemerintah untuk mengecek status penerima bantuan.
2. Masukkan Data Diri:
Pada halaman pengecekan, masukkan NIK E-KTP dan data diri lainnya yang diperlukan. Pastikan data yang Anda masukkan benar dan sesuai dengan identitas yang terdaftar.
3. Cek Status Penerima:
Setelah memasukkan data, sistem akan menampilkan informasi apakah Anda termasuk dalam daftar penerima bantuan atau tidak. Jika terdaftar, akan ada informasi lebih lanjut mengenai cara pencairan dana.
Proses Pencairan Dana Bansos PKH
Jika NIK E-KTP Anda terpilih sebagai penerima bantuan, dana sebesar Rp600.000 akan disalurkan melalui mekanisme yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
Biasanya, dana ini dapat dicairkan melalui bank-bank yang bekerja sama dengan pemerintah atau platform pembayaran digital yang telah ditunjuk.
Pastikan Anda mengikuti petunjuk pencairan dana yang tertera di situs resmi atau informasi yang diberikan oleh petugas setempat.
Selalu pantau informasi terbaru dari pemerintah terkait program bantuan sosial ini. Informasi resmi biasanya diumumkan melalui situs web Kementerian Sosial atau akun media sosial resmi pemerintah.
Jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di luar sumber resmi untuk menghindari penipuan.