JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Islamic State Khorasan Province (ISIS-K), afiliasi regional organisasi teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan penembakan mematikan di gedung konser Crocus City Hall, Moskow, Rusia pada Jumat (22/3/2024).
Dilansir The Guardian, ISIS-K yang berbasis di Afghanistan ini dibentuk pada 2015 oleh anggota kelompok-kelompok militan yang berasal dari beberapa negara, termasuk Pakistan dan Uzbekistan.
Kelompok ini telah mengalami penurunan keanggotaan sejak mencapai puncaknya pada tahun 2018.
Kendati demikian, ISIS-K semakin memusatkan perhatiannya pada Rusia sejak Amerika Serikat (AS) meninggalkan Afganistan pada 2021.
Dilansir Reuters, kelompok itu juga diketahui telah melakukan beberapa serangan dalam beberapa tahun belakangan.
Salah satu serangan tersebut yakni melakukan pengeboman kembar di Iran yang menewaskan hampir 100 orang pada awal tahun ini.
Pada September 2022, militan ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri mematikan di Kedutaan Besar Rusia di Kabul, serta serangan di Bandara Internasional Kabul pada 2021 yang menewaskan 13 tentara (AS).
Sementara itu, salah satu ahli dari kelompok penelitian AS Soufan Center, Soufan Center menanggapi penembakan yang terjadi di Moskow pada Jumat.
"ISIS-K telah terpaku pada Rusia selama dua tahun terakhir, sering mengkritik Putin dalam propagandanya," kata Colin Clarke
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Presiden Vladimir Putin telah mengubah arah perang saudara Suriah dengan melakukan intervensi pada tahun 2015, mendukung Presiden Bashar al-Assad melawan oposisi dan ISIS.
Di sisi lain, mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai wakil kepala dewan keamanan, menyampaikan kegeramannya terhadap aksi ISIS-K di gedung konser tersebut.