ADVERTISEMENT

Pudar Warna-Warni Kampung Gembira Gembrong

Minggu, 3 Maret 2024 09:47 WIB

Share
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong
Kampung Gembira Gembrong

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Riuh suara anak-anak berlari pada gang sempit yang cat temboknya mulai terkelupas dan kumuh di tengah muramnya cuaca pada sore yang terjadi di Kampung Gembira Gembrong.

Kampung Gembira Gembrong yang diresmikan era Gubernur DKI Jakarta era Anies Baswedan pada Oktober 2022 yang sempat menjadi primadona kampung warna-warni di Jakarta, dihiasi dengan mural-mural cantik guna memperelok kawasan tersebut.

Dahulu Kampung Gembira Gembrong adalah kawasan Permukiman padat penduduk dan kumuh yang berdiri di samping aliran Kali Cipinang namun terjadi kebakaran hebat hingga mehanguskan seluruh pemukiman yang terdampak hingga Setidaknya ada 136 unit yang akan dibangun dan menelan biaya Rp 7,8 miliar.

Kini pada era perubahan pemerintahan Kampung Gembira Gembrong, Jakarta Timur yang sempat elok nan cantik dengan warna-warni yang menghiasi, kini keadaannya perlahan memudar dan muram seolah menggambarkan kondisi warganya saat ini.

"Sejak dibangun rumahnya jadi sempit kita disini berlima, sebelum kejadian kebakaran enak lega" ucap  Sugianto (55) sembari merapikan genting dagangannya yang rusak.

Total 138 hunian rata-rata mulanya memiliki luas 2 meter persegi dan sekarang kondisinya pintu rumah berdekatan sekali dengan letak kamar mandi.

Mereka harus berbagai tempat dengan seisi rumahnya baik manusia dan perabotannya, hingga menyebabkan kondisi barang-barang yang ada di setiap hunian kini harus menumpuk di depan rumah maupun lapangan disekitar Kampung Gembira Gembrong ini.

Hingga beberapa kondisi yang terlihat hampir tak terbendung perabotan yang berserakan dan kerap menganggu warga melintasi gang sempit di setiap sudutnya, kondisi ini menjadikan Kampung Gembira Gembrong yang awalnya warna-warni berseri kini menjadi muram, sempit dan terawat. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

ADVERTISEMENT

Reporter: Ahmad Tri Hawaari
Editor: Ahmad Tri Hawaari
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT