ADVERTISEMENT

Bahas PKN Kasus Korupsi Bank Banten Rp6,1 M, Kejati Banten Ekspos Bersama Inspektorat

Kamis, 29 Februari 2024 20:10 WIB

Share
Tersangka korupsi pembobolan kas Bank Banten, Ridwan, saat digiring ke mobil tahanan (ist)
Tersangka korupsi pembobolan kas Bank Banten, Ridwan, saat digiring ke mobil tahanan (ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejati Banten melakukan ekspos bersama auditor Inspektorat Provinsi Banten untuk membahas penghitungan kerugian negara (PKN) kasus dugaan korupsi pembobolan kas Bank Banten senilai Rp 6,1 miliar. 

"Kita melakukan ekspos penghitungan kerugian negara (PKN) terkait kasus Bank Banten," ujar Kasi Penkum Kejati Banten, Rangga Adekresna kepada wartawan, Kamis 29 Februari 2024.

Rangga mengatakan, ekspos tersebut dilakukan atas permintaan auditor untuk menyamakan pendapat soal kerugian negaranya.

"Ekspos itu dilakukan atas permintaan Inspektorat untuk menyamakan persepsi saja," katanya. 

Rangga menjelaskan, audit PKN terhadap kasus tersebut belum rampung. Terkait kerugian Rp 6,1 miliar merupakan hasil penghitungan penyidik.

"Kerugian Rp 6,1 miliar itu dari penyidik. Kita masih menunggu hasil audit dari Inspektorat untuk jumlah pastinya," ungkap pria asal Nganjuk, Jawa Timur ini. 

Sementara Kajati Banten, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, dalam kasus tersebut, penyidik telah menetapkan Supervisor Bank Banten Cabang Pembantu Malingping, Ridwan, sebagai tersangka. Dari keterangannya ia menggunakan uang korupsi hingga Rp6 miliar lebih untuk keperluan pribadi. 

"Uang digunakan untuk judi online, ada juga yang dihutangkan kepada temannya dan DP (uang muka) rumah," kata pria asal Bojonegoro, Jawa Timur ini.

Didik menjelaskan, Ridwan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam gelar perkara yang dilakukan pada Senin 5 Februari 2024. Usai gelar perkara, yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Serang. 

Alasan penyidik menahan tersangka karena dikhawatirkan akan melarikan diri.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT