ADVERTISEMENT

Pengamat Sebut Jokowi Seperti Malin Kundang, Tak Ingin PDIP Tumbuh

Sabtu, 24 Februari 2024 21:24 WIB

Share
Ketua Umum PDIP Megawati dan Presiden Joko Widodo.(biro pers)
Ketua Umum PDIP Megawati dan Presiden Joko Widodo.(biro pers)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Akademisi sekaligus Pengamat Politik, Rocky Gerung menyebut usulan hak angket merupakan kesempatan bagi PDIP melakukan kampanye untuk Pemilu 2029. 

Rocky Gerung menyebut, PDIP harus sudah mulai menanam investasi politik dan investasi moral. Pasalnya, partai berlogo banteng ini harus tumbuh berdasarkan perintah sejarah. 

"Kalau partai-partai lain merupakan partai yang sedikit pragmatis dan dibuat setelah orde baru atau setelah reformasi," katanya dikutip Poskota dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (24/2/2024). 

Sementara PDIP, kata Rocky, merupakan partai yang berakar kuat di dalam PNI Bung Karno. Sehingga, PDIP harus sadar betul jika hak angket bukan hanya sekedar untuk mengusung hasil pemilu yang diduga dicurangi. 

 

"Tapi ini hak untuk memulihkan martabat dignity yang dirusak oleh Jokowi," kata dia. 

Rocky menganggap jika Jokowi telah merusak PDIP, merusak demokrasi, dan merusak sejarah Indonesia yang dipastikan berakar pada pikiran-pikiran Bung Karno. 

"Jadi saya kira, ini sebetulnya mengkompori PDIP tapi bukan mengkompri pragmatis, namun ini kompor historis. Supaya PDIP keukeuh masuk parlemen dengan posisi hak angket dan dalil yang kuat," kata dia. 

Sebab, sambung Rocky, hak angket bukan hanya mengklaim kuantitatif hasil pemilu, tapi klaim kualititif terhadap ide demokrasi yang diporak-porandakan oleh Jokowi selaku kader PDIP.  

 

Halaman

ADVERTISEMENT

Reporter: Wisnu Saputra
Editor: Wisnu Saputra
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT