ADVERTISEMENT

Golkar dan Gerindra Berebut Ketua DPR, Rocky Gerung: PDIP Harus Lebih Radikal

Sabtu, 24 Februari 2024 20:28 WIB

Share
Rocky Gerung sebut terjadi kanibalisme politik di tubuh koalisi Prabowo, rebutkan Ketua DPR. PDIP diminta harus lebih radikal. (Ist)
Rocky Gerung sebut terjadi kanibalisme politik di tubuh koalisi Prabowo, rebutkan Ketua DPR. PDIP diminta harus lebih radikal. (Ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penghitungan suara Pemilu 2024, saat ini masih terus berjalan. Bahkan, KPU tak lagi menayangkan Sirekap lantaran dinilai masih ada yang belum sinkron. 

Kendati penghitungan suara masih belum selesai, sejumlah partai sudah mulai berebut posisi terutama di DPR. Golkar sendiri sedang berusaha untuk menyalip PDIP yang diketahui mendapat suara paling tinggi sementara ini. 

Keinginan Golkar untuk mendapatkan kursi terbanyak di DPR dianggap oleh Akademisi sekaligus Pengamat Politik, Rocky Gerung, hal yang masuk akal. 

Sebab bagi Golkar, bersekutu dengan Prabowo dianggap meninggalkan ambisinya yang dibatalkan oleh Jokowi untuk jadi calon wakil presiden atau menjadi calon presiden melalui perintah Munas Golkar. 

 

"Golkar akan selalu melihat peluang pragmatis yang paling tinggi. Apa yang bisa memungkinkan Golkar mendapatkan hal yang signifikan, yaitu kedudukan Ketua DPR," kata Rocky dikutip Poskota dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu(24/2/2024). 

Menurut Rocky Gerung, di luar negeri kedudukan Ketua DPR dan anggota sebetulnya sama. Namun di Indonesia, memiliki makna yang berbeda. 

Sebab, kata dia, Ketua DPR memiliki kedudukan politis yang bisa mempengaruhi faksi-faksi lain. Karena akan selalu terjadi negosiasi-negosiasi. 

"Ketua memimpin sidang, yang sana diizinkan bicara yang ini enggak. Jadi tetap Ketua DPR itu semacam kedudukan ketiga republik ini setelah presiden dan wakil presiden," ucapnya. 

 

Halaman

ADVERTISEMENT

Reporter: Wisnu Saputra
Editor: Wisnu Saputra
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT