ADVERTISEMENT

Polisi Pastikan Tak Ada Proses Hukum soal Bocah 7 Tahun asal Bekasi Tewas di Dalam Mobil

Sabtu, 17 Februari 2024 21:33 WIB

Share
Mobil berjenis Suzuki Karimun yang menjadi tempat penemuan jasad seorang bocah 7 tahun Jalan Gelatik 2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (16/2/2024) pagi.(Poskota.co.id/Ihsan Fahmi)
Mobil berjenis Suzuki Karimun yang menjadi tempat penemuan jasad seorang bocah 7 tahun Jalan Gelatik 2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (16/2/2024) pagi.(Poskota.co.id/Ihsan Fahmi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Polisi menuturkan detik-detik bocah SD berusia 7 tahun yang ditemukan tewas di dalam mobil Suzuki Karimun yang terparkir di Jalan Gelatik 2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (16/2/2024) pagi.

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Erna Ruswing Andari menuturkan, korban pulang lebih awal saat masih jam pelajaran sekolah.

"Anak itu kelas 1 umur 7 tahun terus memang pada saat masih jam pelajaran, dia udah pulang duluan. Terus akhirnya dia masuk ke mobil warga yang parkir di sekitar area itu," kata Erna, Sabtu (17/2/2024).

Erna menjelaskan, korban yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), ditemukan pemilik mobil saat hendak memanaskan mesin. Korban sempat hilang saat kegiatan Pramuka di sekolah pada Kamis (15/2/2024).

"(Korban masuk) sampe ketiduran kali, nah kebetulan yang punya mau manasin mobil, Kok ngeliat ada anak di situ, ternyata udah meninggal. Memang kebetulan ada informasi anak itu ABK," jelasnya.

Tahu sang bocah akhirnya ditemukan setelah hilang selama 24 jam, warga setempat memanggil pihak keluarga korban, didampingi RT dan RW setempat.

Erna menyebutkan, semua pihak memastikan kejadian tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Kedua pihak, baik pemiik mobil dan keluarga korban sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Menurut Erna, bukti kuat tidak ada unsur kesengajaan, adalah pemilik mobil tidak mengetahui korban berada di dalam kendaraannya. Sementara pintu mobil juga dalam keadaan rusak.

"Enggak ada (proses hukum), udah selesai secara kekeluargaan dan memang yang punya mobil enggak tahu kalo anak itu di situ. Tidak  ada unsur kesengajaan juga," pungkasnya.(Ihsan Fahmi)

ADVERTISEMENT

Reporter: Ihsan Fahmi
Editor: Febrian Hafizh Muchtamar
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT