Pembangunan Rusun Tak Efektif, Anggota DPRD Soroti Rencana Pemerintah DKI Jakarta

Jumat 26 Jan 2024, 09:21 WIB
Tiga orang perwakilan warga eks kampung bayam tinjau dua rusun.(ist)

Tiga orang perwakilan warga eks kampung bayam tinjau dua rusun.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Legislator DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menyoroti Pemerintah DKI yang berencana membangun rumah susun (Rusun) baru di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk warga eks Kampung Bayam.

Menurut Gilbert, pembangunan rumah susun bagi warga eks Kampung Bayam bisa berdampak penyelesaian masalah semakin berlarut-larut.

Sebab, pembangunan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Tentunya dengan menggunakan biaya dari APBD 2025.

Untuk itu, Anggota Komisi B DPRD DKI ini menegaskan, rencana pembangunan Rusun baru di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ini terbilang tidak efektif.

"Tentu pembangunan rusun baru akan makan waktu dan saya kira itu masuk anggaran 2025," kata Gilbert dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (26/1/2024).

Di satu sisi, lanjut Gilbert, kualifikasi maupun peruntukkan hunian bagi warga sudah ditetapkan.

Terlebih warga sudah menerima uang kompensasi dari PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui jalan musyawarah.

"Kualifikasi rusun Kampung Susun Bayam tentu ada dan kalau peruntukannya sudah ditetapkan maka itu harus konsisten," ungkap Gilbert.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap, persoalan warga eks Kampung Bayam dapat segera dituntaskan dengan solusi jitu.

"Artinya sikap kita tetap, agar ini selesai, kasus ini semakin lama akan semakin rumit karena musim kampanye," tegas dia.

Berita Terkait

News Update