Didukung Kemenparekraf, Festival Film Bulanan Siap Gelar Malam Anugerah 2023 

Jumat, 8 Desember 2023 22:45 WIB

Share
Salah satu gelaran Road to Awarding Night di 10 titik Bioskop XXI di Indonesia, (Ist)
Salah satu gelaran Road to Awarding Night di 10 titik Bioskop XXI di Indonesia, (Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID –  Festival Film Bulanan (Fesbul) merupakan program yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) yang bertujuan untuk memfasilitasi, memperluas jaringan filmmaker, mendukung pertumbuhan komunitas film lokal yang akan menjadi motor penggerak industri film Indonesia.

Setelah melewati berbagai tahapan, dimulai dari seleksi film-film pendek di 10 Lokasi Fokus (Lokus) dari Sabang sampai Merauke, para kurator menentukan 2 Film Terpilih dari setiap Lokus tersebut. Kemudian para peserta, termasuk kru produksi dari 2 Film Terpilih masing-masing Lokus akan berkesempatan mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Fesbul, baik secara daring maupun luring.

Kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti antara lain jejaring komunitas, Workshop Menuju Film Komersil, Sinema Keliling, serta kolaborasi pemutaran film di dalam dan luar negeri hingga gelaran Road to Awarding Night di 10 titik Bioskop XXI di Indonesia, yaitu: Jayapura, Yogyakarta, Jambi, Lombok, Makassar, Padang, Pontianak, Ambon, Jakarta, dan Bandung.

Sepanjang tahun 2023, sebanyak hampir 800 film pendek mendaftar dan lebih dari 600 film lolos kurasi, hingga menghasilkan 20 Film Terpilih dari seluruh wilayah di Indonesia. Pada Malam Anugerah Fesbul 2023, 20 Film Terpilih akan menjadi nomine kategori penganugerahan, yaitu; Film Ide Cerita Terbaik, Film Visual Terbaik, Film Audio Terbaik, Film Dokumenter Terbaik, dan Film Fiksi Terbaik.

Selain kategori di atas, ada pula penghargaan Apresiasi Khusus Film Favorit Penonton, yang mana penghargaan ini didapatkan dari hasil respon positif masyarakat yang menonton Film Terpilih Fesbul 2023 pada saat Sinema Keliling dan kegiatan-kegiatan pemutaran film lainnya.

Seperti yang diungkapkan Abdul Manaf, salah satu pendiri Fesbul, Sinema Keliling merupakan bentuk ruang kreatif untuk mengapresiasi dan mempromosikan karya film lokal yang memiliki keunikan, autentisitas, karakter, dan ciri khas kuat melalui pemutaran film-film terpilih Fesbul dengan mengusung konsep One Stop Entertainment, guna menghidupkan ekosistem perfilman di daerah dengan melibatkan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Berkolaborasi dengan JIExpo, perhelatan Malam Anugerah Fesbul 2023 akan berlokasi di Grand Ballroom JIExpo Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta. Kolaborasi tersebut sebagai bentuk apresiasi JIExpo terhadap semangat para pelaku film di seluruh Indonesia dalam berkarya. Dengan adanya kolaborasi positif antara Fesbul dengan JIExpo, diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para stakeholder lainnya untuk mendukung kegiatan serupa.

“Fesbul adalah ruang belajar dan bertumbuh. Dalam pertumbuhannya Fesbul masih memiliki banyak kekurangan, dan membutuhkan keikutsertaan berbagai pihak, teman-teman sineas dan para stakeholder, agar dapat saling mendukung. Apalagi saat ini, kolaborasi adalah hal penting, bagaimana kita gotong royong, bekerja sama untuk menghasilkan hal-hal yang lebih kreatif dengan dampak yang lebih baik”, tutur Abdul.

Malam Anugerah Fesbul 2023 yang akan diadakan pada  9 Desember mendatang akan dihadiri oleh para delegasi 20 Film Terpilih, multi stake holder, serta pelaku industri film Indonesia. Selanjutnya juga akan dimeriahkan oleh para penampil mulai dari band, komika, dancer, dan penyanyi nasional.

Perhelatan Malam Anugerah Fesbul 2023 ini mengusung tema ‘Tumbuh Bersama dalam Perbedaan', sebagai bentuk kampanye dan wujud buah pemikiran, harapan, serta visi misi dari Fesbul itu sendiri. “Filosofi tumbuh dalam perbedaan mengajak kita untuk menciptakan dunia di mana setiap orang dilihat, didengar, dan dihargai. Bahwa perbedaan harus dirayakan, bukan ditakuti, dan dengan merangkul perbedaan, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif”, terang Abdul.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar