Tercatat 23 Orang Tewas, Wapres Instruksikan Evakuasi Korban dan Perkuat Mitigasi Bencana Letusan Gunung Marapi

Kamis, 7 Desember 2023 19:00 WIB

Share
Teks Foto: Wapres KH Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan Gunung Merapi. (setwapres)
Teks Foto: Wapres KH Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan Gunung Merapi. (setwapres)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin berkomentar terkait peristiwa letusan Gunung Marapi yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu (03/12/2023).

 Akibat letusan ini, dilaporkan sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya masih belum ditemukan. 

Wapres menginstruksikan kepada seluruh pihak yang terkait, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mengevakuasi para korban. 

“Saya kira pertama tentu korban-korban itu supaya segera dievakuasi [melalui] kerja sama BNPB dan BPBD Sumatera Barat dan juga Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Ini supaya segera dievakuasi,” perintah Wapres usai menghadiri acara Apresiasi dan Penyerahan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Reformasi Birokrasi (RB), dan Zona Integritas (ZI) Tahun 2023 di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (06/12/2023). 

Tidak hanya itu, Wapres juga memerintahkan agar BPBD terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menguatkan upaya mitigasi bencana.

Salah satunya dengan melarang masyarakat melakukan pendakian dan menjauhi wilayah-wilayah dalam radius berbahaya. 

“Ini supaya mereka kerja sama untuk bisa terus memantau, jangan sampai nanti akan terjadi bahaya tetapi tidak ada warning untuk pelarangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Wapres meminta kepada pihak keamanan agar terus meningkatkan penjagaan, termasuk terhadap alat pemantau gunung api yang rawan hilang.

Hal ini seperti terjadi pada alat pemantau Gunung Marapi yang sempat dicuri, sehingga erupsi sulit dideteksi. 

“Tadi seperti dikatakan ada yang dicuri ya, itu supaya pengamanannya [diperketat]. Jadi ke depan hal ini harus lebih dibenahi, terutama hal-hal yang bisa mencegah kemungkinan terjadinya pendakian pada saat terjadi [situasi] yang berbahaya,” ungkapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar