Pembicaraan Soal Perpanjang Gencatan Senjata Israel-Hamas Semakin Intensif

Kamis, 30 November 2023 10:26 WIB

Share
Pembicaraan Soal Perpanjang Gencatan Senjata Israel-Hamas Semakin Intensif (Foto: twitter/swilkinsonbc)
Pembicaraan Soal Perpanjang Gencatan Senjata Israel-Hamas Semakin Intensif (Foto: twitter/swilkinsonbc)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dorongan internasional semakin meningkat untuk memperpanjang gencatan senjata Israel-Hamas setelah banyaknya sandera yang dibebaskan dan mengalami kemajuan setiap harinya selama gencatan senjata sementara berlangsung.

Mengutip Reuters, terdapat 30 orang Palestina yang terdiri dari 16 anak di bawah umur dan 14 perempuan yang dibebaskan dari penjara Israel dalam tahanan putaran keenam pada Kamis (30/11/2023).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, dirinya akan bertemu dengan para pemimpin Israel di Tel Aviv untuk berdiskusi terkait perpanjangan gencatan senjata sementara dengan para pemimpin Israel dan meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Jalur  Gaza.

"Melihat beberapa hari ke depan, kami akan fokus pada apa yang kami bisa lakukan untuk memperpanjang jeda sehingga kami dapat terus membebaskan lebih banyak sandera dan lebih banyak bantuan kemanusiaan," ujar Blinken saat singgah di Brussels, Kamis (30/11/2023).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari menyatakan bahwa Qatar selaku mediator berhararap adanya perpanjangan masa gencatan senjata sementara.

"Qatar tetap berharap bahwa kemajuan yang dibuat dalam beberapa hari terakhir dapat dipertahankan, dan perpanjangan lebih lanjut dari kesepakatan jeda kemanusiaan dapat dicapai," kata Majed.

Sekertaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres bersama anggota PBB lainnya menyerukan agar segera dilaksanakannya gencatan senjata untuk menggantikan gencatan senjata sementara.

"Negosiasi yang intens sedang berlangsung untuk memperpanjang gencatan senjata - yang sangat kami sambut baik - tetapi kami percaya bahwa kami membutuhkan gencatan senjata kemanusiaan yang sejati," katanya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Dewan Keamanan PBB harus menanggapi seruan umum komunitas internasional agar gencatan senjata yang komprehensif diberlakukan untuk menghentikan pertempuran.

Kendati, dua pejabat Palestina mengungkapkan, pembahasan soal perpanjang gencatan senjata masih terus, namun belum ada kesepakatan yang dicapai.
 

Reporter: Rivera Jesica Souisa
Editor: Rivera Jesica Souisa
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar