Doa Ayah Mirna Salihin untuk Anaknya: Karena Agama Kita Beda...

Minggu, 8 Oktober 2023 09:23 WIB

Share
Ayah Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin (Foto: Netflix)
Ayah Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin (Foto: Netflix)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Edi Darmawan Salihin atau ayah dari Wayan Mirna Salihin kembali menuai kontroversi. Hal ini lantaran beberapa pernyataan kontroversialnya terkait kasus kematian sang putri yang menjadikan Jessica Wongso sebagai tersangka. 

Edi membantah kalau dirinya menerima uang asuransi Mirna senilai Rp69 M. 

"Dia udah ngomong saya macam-macam, saya BIN, dapat asuransi Rp69 miliar. Saya bilang, kalau saya dapat, saya titip Pak Karni, sekarang disaksikan seluruh rakyat Indonesia, saya titipkan bikin masjid sama kasih dhuafa," katanya.

Tak hanya itu, Edi juga mengaku memiliki bukti video saat Jessica menaruh sianida ke dalam kopi Mirna. Hal ini diklaimnya sebagai bukti tak terbantahkan. 

"Pak Tito? Ngelihat (video) ini justru. Dia panas tuh, wah Ed, lo bakalan sidangnya nih scientific, rame nih, dia bilang begitu," ungkap Edi.

Bahkan, Edi mengaku sengaja tak mengeluarkan video tersebut saat sidang karena tak ingin Jessica dikum mati. 

"Kenapa kita dulu nggak keluarkan waktu sidang? Kita nggak mau dia (Jessica) dihukum mati. Biarin dia tersiksa, kalau bisa seumur hidup, maksud saya begitu. Jangan dihukum mati dia, mati enak ditembak selesai," jelasnya.

Harapan Ayah Mirna untuk Mendiang Sang Putri

Dalam kesempatan lain, ayah Mirna berharap agar mendiang putrinya berbahagia di surga. Meski kepercayaan antara ia dan Mirna berbeda, namun hal itu tak menjadi penghalang bagi Edi untuk mendoakan Mirna. 

"Udah 7 tahun ya, Om udah lupakan. Karena agama Mirna beda sama saya, dia Nasrani saya Islam jadi dia sudah senang dengan Bapak di Surga. Jadi, Om mikir itu aja daripada dia kesiksa sama si Jessica dikasih racun sianida."

Tak hanya itu, Edi juga yakin bahwa upaya-upaya hukum yang akan dilakukan oleh Jessica Wongso tidak akan berhasil. 

"Otto sendiri yang ngomong gede, entar banding bla bla bla. Mati keadilan udah mati di Indonesia.' Rasain lu ditolak, naik ke PK ditolak," tandasnya. 
 

Reporter: Naryati
Editor: Naryati
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar