Putra berujar, untuk melancarkan aksinya pria paruh baya tersebut mengimingi korban dengan sejumlah uang.
Selain itu korban juga diancam untuk tidak melapor ke siapapun.
"Pelaku memberikan sejumlah uang ke korban sebelum ataupun setelah melakukan persetubuhan kepada korban dengan jumlah bervariasi antara Rp10 hingga Rp50 ribu rupiah untuk membujuk korban agar mau disetubuhi dan tidak melapor ke orang tuanya," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku telah menyetubuhi korban sejak bulan Februari 2023 lalu.
Aksi bejat pelaku dilakukan di kamar kos korban.
"Pelaku dan korban itu sudah gak bisa memperkirakan berapa kali, saking banyaknya pelaku menyetubuhi korban. Jadi pelaku dan korban juga gak bisa memperkirakan sudah berapa kali," beber Putra.
Berdasarkan dua alat bukti, pelaku kini telah ditetapkan tersangka dan disangkakan Pasal 81 jo 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara. (Pandi)