ADVERTISEMENT

5 Jam Diperiksa KPK, Cak Imin Beberkan Tiga Tersangka Proteksi Korupsi TKI di Kemenaker

Kamis, 7 September 2023 16:22 WIB

Share
Ketum PKB Cak Imin memenuhi panggilan KPK untuk pemeriksaan korupsi di Kemenaker. (Poskota)
Ketum PKB Cak Imin memenuhi panggilan KPK untuk pemeriksaan korupsi di Kemenaker. (Poskota)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memastikan ada tiga nama yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan proyek pengawasan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Tenaga Kerja pada 2012 lalu.

“Sistem proteksi inilah yang menjadi kasus yang sedang disidik oleh KPK tersangka mantan dirjen, mantan salah satu staf dirjen, dan salah seorang pengusaha atau apalah gitu,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangannya.

Oleh karena itu, Muhaimin Iskandar memastikan sudah menjelaskan seluruh pengetahuannya ke penyidik. Eks Menteri Tenaga Kerja (Menaker) periode 2009-2014 itu berharap kasus ini segera selesai.

“Semua yang saya dengar. Jadi, insyaallah, semua yang saya ingat dan tahu semua sudah saya jelaskan. Semoga KPK bisa cepat dan tuntas tangani kasus korupsi. Saya dukung penuntasan kasus korupsi,"kata Cak Imin.

 

Hal ini disampaikannya usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Kamis, 7 September. Cak Imin diperiksa penyidik sebagai saksi sejak pukul 09.50 WIB hingga 15.00 WIB atau sekitar lima jam.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan ada tiga tersangka yang ditetapkan di kasus pengadaan sistem proteksi itu. Meski belum diumumkan, Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker I Nyoman Darmanta dikabarkan turut terlibat.

Adapun nilai proyek pengadaan sistem informasi yang diduga menjadi bancakan para pelaku mencapai sekitar Rp20 miliar. Wakil Ketua Alexander Marwata menyebut sistem ini diduga dikorupsi hingga akhirnya tak bisa digunakan untuk mengawasi TKI. (Wanto)

 

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT