JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Baru-baru ini seorang anak di kota Makassar, Sulawesi Selatan tengah menjadi sorotan hangat netizen. Pasalnya, anak laki-laki tersebut mengikuti lomba jalan sehat dan memenangkan hadiah umroh, namun karena alasan tertentu, hadiah utama tersebut pun diganti menjadi TV dan dispenser.
Rifky alias Josh (12) merupakan salah satu peserta acara jalan sehat yang digelar di kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (13/8/2023) itu dikabarkan batal mendapatkan hadiah utama berupa ibadah umroh.
Kemenangannya tersebut dibatalkan oleh pihak panitia acara jalan sehat lantaran ia dinilai belum cukup umur dan belum punya hak untuk Pemilu 2024 mendatang.
Pihak panitia jalan sehat yang membatalkan hadiah umroh dan menggantinya dengan 1 unit TV dan dispenser untuk bocah berumur 12 tahun itu pun akhirnya memberikan klarifikasi.
Susuma Halim, selaku ketua panitia acara jalan sehat yang diselenggarakan oleh Yayasan Anak Rakyat Indonesia (Yari) mengungkap jika pihaknya tetap konsisten terkait syarat utama untuk mendapatkan hadiah ibadah umroh tersebut. Menurut Susuma, syarat utama dalam memenangkan hadiah tersebut adalah harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Sekaitan dengan adanya pembatalan undian ananda Rifky oleh panitia, perlu kami jelaskan bahwa jauh hari pada saat kupon kami distribusi sudah diinformasikan bahwa khusus hadiah utama umrah harus menunjukkan KTP. Bahkan sesaat sebelum undian umroh ini dilaksanakan kami panitia bersama dengan MC menyampaikan di hadapan sekitar 15 ribu warga Tamalanrea agar mempersiapkan KTP-nya," ujar Sugali, penanggung jawab kegiatan jalan sehat.
Sugali mengatakan, saat diadakan pengundian umrah dan pemilihan tiket undian Rifky, panitia memanggilnya ke atas panggung. Saat itu, orang tua Rifky melaju di depan, diikuti putra mereka. Panitia kemudian melakukan verifikasi persyaratan KTP tersebut.
"Panitia melakukan verifikasi syarat wajib KTP, dan ternyata belum ber-KTP sehingga kami tegas batalkan, karena sejak awal kami komitmen tanpa KTP itu dibatalkan. Pada saat itu juga ribuan peserta jalan sehat berteriak dari bawaj panggung minta kiranya dibatalkan karena tidak ber-KTP dan mereka minta penarikan undian kupon lagi," tambahnya.
Tak hanya itu, Sugali juga menyatakan jika pengundian kupon hadiah utama saat itu telah dilakukan sebanyak 6 kali. Namun, undian kupon hadiah umrah tersebut harus dibatalkan karena beberapa alasan.
"Undian pertama pemenang sudah pernah mendapatkan hadiah sebelumnya, kedua yang bersangkutan tidak di tempat, ketiga kalinya kuponnya tidak membawa KTP dan diwakili oleh istrinya, keempat baru ananda Rifky, dan kelima seorang ibu yang saat diundi ke warung samping lapangan hadir setelah hitungan kesepuluh dan panitia sudah membatalkannya, dan yang terakhir menjadi rezekinya Ibu Ernawati istri seorang buruh harian lepas. Jadi kami terus melakukan pengundian hingga benar-benar pemenang itu memenuhi syaratnya," pungkasnya.
Sementara itu, Sugali menambahkan jika hadiah jalan sehat yang berupa TV dan dispenser yang diberikan kepada Rifky bukanlah hadiah pengganti. Ia mengatakan jika hadiah tersebut hanya sebagai kenang-kenangan dari pihak panitia.
"Perlu juga kami sampaikan jika hadiah yang dibawa pulang oleh Rifky itu bukan pengganti hadiah umroh, itu hanya bentuk kenang kenangan dari panitia. itu bisa diambil bisa tidak, tapi pada saat itu, keluarga Rifky membawanya."
"Sebagai penanggung jawab kegiatan jalan sehat Anak Rakyat kami ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan ikut serta meramaikan jalan sehat Anak Rakyat. Dan memohon maaf apa bila ada hal yang kurang berkenan," tutupnya.
Disisi lain, pihak keluarga Rifky menyebutkan jika mereka tidak mempermasalahkan undian umrah yang dibatalkan itu. Ia mengatakan bahwa undian umrah tersebut bukanlah rezekinya.
"Kami dari pihak keluarga menyampaikan bahwa kami ikhlaskan. Itu bukan rezeki dan sudah menjadi ketentuan Tuhan," ujarnya.