Selvi Ananda Diancam Diculik, Gibran Tanggapinya Santai

Rabu, 31 Mei 2023 18:55 WIB

Share
Selvi Ananda. (ist)
Selvi Ananda. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kasus penghinaan dan pelecehan terhadap istri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda hingga kini masih menjadi sorotan publik.

Pemilik akun twitter klasikpianda atau @p**** semakin berani.

Pada Senin 30 Mei pukul 19:49 WIB, pemilik akun kembali melontarkan kalimat pedas.

"Gue menghilang dari TL ya hebat kalian tau rumah gue polisi sudah dapat almat gue dan sekarang polisi bawa berkas. Tiga hari lagi mula gue di tv (3 emoticon) dan satu lagi buat bocil @gibran_tweet jaga baik baik ya bini lo, teman gue bakalan menculik bini lo wassalam semua kecebong," cuitnya.

Ditemui di balai kota, Gibran menanggapi santai ancaman tersebut.

Ia mendukung adanya pelaporan kepada pemilik akun di twitter klasikpianda yang menulis hal yang tidak pantas.

Gibran juga mendorong kepada kaum perempuan untuk melaporkan akun tersebut ke pihak yang berwajib pasalnya akun tersebut yang menulis thread yang mengarah pada ancaman penculikan kepada istrinya.

"Ya wes (ya sudah) sesama perempuan lapor no, lapor no (laporkan)," ujar Gibran, Rabu (31/5/2023).

Gibran mengatakan istrinya sudah mengetahui adanya ancaman penculikan dan penghinaan terhadapnya.

PSI Solo laporkan akun twitter penghina istri Gibran Rakabuming ke polisi. (Instagram/@selvie_anada_)

Kendati demikian, Gibran mengaku mantan Putri Solo itu tidak begitu memikirkannya.

"Yo ora pie-pie (ya tidak bagaimana-bagaimana), reaksine malah .....hemm," kata Gibran.

Menurut dia, ancaman seperti itu sudah biasa dialami, baik yang ditujukan kepadanya maupun kepada keluarganya.

Ia menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib.

"Data yang megang ya pak Kapolres dan yang berwajib toh. Aku kan dudu sopo-sopo (saya bukan siapa-siapa). Mbok kiro (kamu kira) aku hacker," ucapnya.

Kasus penghinaan kepada menantu Presiden Jokowi telah dilaporkan pemuda PSI Solo ke Satreskrim Polresta Solo, pada Senin (29/5) lalu.

Kapolresta Surakarta, Kombes Iwan Saktiadi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dimaksud.

"Sudah kami terima, untuk tidak lanjut tentunya seperti biasa kepolisian selalu melangkah dengan urut-urutan kerja berdasarkan scientific crime investigation," jelasnya.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polresta Surakarta akan melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Tengah lantaran hal tersebut menyangkut media sosial atau IT.

"Nanti kemampuan-kemampuan dari cyber yang akan mengungkap di sana. Kita punya divisi cyber, tentunya akan didalami dari akun-akun yang mengunggah. Kemudian siapa di balik akun itu dan lain sebagainya. Itu teknik penyidikannya," pungkasnya. (mia)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar