Viral! Event Motor Trail di Ranca Upas Bandung Rusak Tanaman Langka, Warga Marah

Rabu 08 Mar 2023, 16:11 WIB
Viral komunitas motor trail gelar event balap di Ranca Upas, Bandung dan rusak tanaman langka. (tangkap layar)

Viral komunitas motor trail gelar event balap di Ranca Upas, Bandung dan rusak tanaman langka. (tangkap layar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang pria marah karena bagian lahan di kawasan wisata Ranca Upas, Bandung, Jawa Barat rusak.

Kerusakan tersebut imbas dari kegiatan event motor trail yang menyebabkan tanaman bunga rawa (syngonathus flavidulus) rusak parah.

Seperti dilansir dari Antara, Rabu, 8 Februari 2023, pria yang diketahui bernama Supriatna alias Uprit itu menyebut bunga itu cukup langka karena hanya ada di dua lokasi di Jawa Barat.

Ia pun mengaku merupakan salah satu orang yang membudidayakan bunga itu di Ranca Upas. Untuk itu, Uprit sangat menyesalkan adanya pihak yang memberikan izin terselenggaranya acara tersebut. 

"Lihat nih dampaknya seperti ini, hancur," kata Uprit dalam video dengan nada geram.

Menurutnya, acara yang merusak itu diikuti lebih dari 100 motor. Dia mengatakan bunga rawa di Ranca Upas itu tersebar di area 3-4 hektare. "Yang terlindas itu sekitar 2.000 tanam mah ada," katanya.

Atas kejadian ini, Uprit pun berharap kejadian itu bisa menjadi pembelajaran untuk melestarikan lingkungan, khususnya karena bunga rawa itu sangat langka sekali.

"Mudah-mudahan ini (bunga rawa), menjadi ikonnya Ranca Upas," harapnya.

Sementara, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecam adanya kegiatan di kawasan wisata Kampung Cai Ranca Upas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang merusak lingkungan.

Dia pun menegaskan pihaknya tidak pernah mendukung atau memberikan izin terhadap kegiatan yang merusak lingkungan. Adapun sebagian lahan di Ranca Upas itu diduga rusak karena adanya kegiatan motor trail pada Minggu (5/3), hingga menggerus jenis tanaman langka.

"Tentunya, saya sangat menyayangkan dan mengecam keras kejadian ini," kata Dadang dalam keterangan di media sosialnya, Rabu, (8/3/2023).

News Update