Hobi Pamer Kekayaan Orang Tua, Pola Asuh Mario Dandy Disorot KPAI: Haus Penghargaan

Sabtu, 25 Februari 2023 19:01 WIB

Share
Hobi Pamer Kekayaan Orang Tua, Pola Asuh Mario Dandy Disorot KPAI: Haus Penghargaan.
Hobi Pamer Kekayaan Orang Tua, Pola Asuh Mario Dandy Disorot KPAI: Haus Penghargaan.

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisioner Perlindungan Anak Nasional (KPAI), Retno Listyarti, menyoroti pola asuh terhadap Mario Dandy Satriyo yang terpantau hobi memamerkan kekayaan milik orangtuanya, Rafael Alun Trisambodo.

Sebelumnya, gaya hedonistik anak pejabat pajak ini terungkap buntut kasus penganiayaan yang ia lakukan kepada anak petinggi GP Anshor, David.

Dari video yang beredar di media sosial, Mario sering mengunggah aktivitasnya menggunakan barang-barang mewah, seperti kendaraan Harley Davidson dan mobil Rubicon.

Menurut Retno, pola asuh orangtua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pun dalam kasus Mario ini, ia menyebut hal tersebut idak lepas dari cara mendidik orangtuanya.

"Kasus ini juga menunjukkan bahwa pola pengasuhan sangat berpengaruh pada perilaku seorang anak. Pamer kekayaan orang tua adalah salah satu sikap yang memperlihatkan bahwa anak haus pada penghargaan," tulis Retno dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/02/2023).

Ia menyampaikan, seorang anak bisa saja merasa dihargai apabila memamerkan barang dan benda milik orangtuanya. 

Dalam kasus ini, Retno pun menyoroti pola asuh anak. Sebab, cara asuh yang baik sejatinya harus berdasarkan pada potensi dirinya sendiri.

"Dia merasa dapat dihargai ketika memamerkan kebendaan yang dimiliki. Padahal, ketika anak dididik untuk bangga pada dirinya sendiri karena kapasitas ataupun potensi yang dimiliki, anak tidak perlu haus penghargaan," jelasnya. 

 

Ia menambahkan, kasus Mario Dandy ini bisa dijadikan pembelajaran bagi para orangtua dalam membantu anaknya mengendalikan emosi di saat marah. Hal itu disampaikannya agar tidak merugikan orang lain.(*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar