Obrolan Warteg: Awas, Jangan Terlalu Membenci

Selasa, 6 Desember 2022 08:07 WIB

Share
Kartun Obrolan Warteg: Awas, Jangan Terlalu Membenci. (kartunis: poskota/ucha)
Kartun Obrolan Warteg: Awas, Jangan Terlalu Membenci. (kartunis: poskota/ucha)

“MUKA kamu kenapa Bro, sedari tadi ditekuk. Nikmati sayur asem penuh cita rasa ini,” kata Heri membuka obrolan selagi maksi di warteg langganan, bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.

“Hari ini menu sayur asemnya beda. Tak hanya segar di lidah, ada rasa sedikit asem, tapi manis dan gurih. Ada rasa sepet-sepet juga. Beda lah. Benar nggak Yu,” tambah Yudi sambil melirik Ayu Bahari, pemilik warteg.

“Kalian nggak usah lebay. Aku lagi benci sama seorang perempuan yang nggak peka,” sela mas Bro.

“Dari nada kalimatmu, kamu itu sebenarnya nggak benci, tapi lagi rindu,” kata Heri yang langsung dijawab mas Bro. "Nggak bakalan,”.

“Kalau nggak rindu, ngapain kamu mikirin dia sampai menunda makan siang. Sementara dia yang kamu pikirkan, belum tentu mikirin kamu. Boro-boro mikir, inget aja kali nggak. Boleh jadi dia lagi mikirin cowok lain,” urai Yudi.

“Aku nggak mikirin dia, tapi kelakuannya,” jawab mas Bro.

“Sami mawon Bro. Mau kelakuannya, senyumnya, bibirnya, rambutnya, orangnya yang dimaksud adalah sama,” ujar Yudi.

“Kata orang-orang nih, jangan terlalu membenci seseorang, bisa-bisa nantinya jatuh hati,” tambah Heri.

“Aku nggak mau dengar kata orang, tapi kata kalian,” jelas mas Bro membuat kedua sohibnya saling pandang.

“Oke Bro. Kita nggak boleh membenci, apalagi sampai berlebihan dan menebarkan kebencian ke semua orang. Beruntung jika balasannya kamu hanya jatuh hati kepada orang yang dibenci, tapi kalau kemudian seisi dunia membencimu, gimana?” kata Yudi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar