Menyangkut Perut Rakyat, Mendagri Tito Karnavian Minta Inflasi Dikendalikan

Selasa, 6 Desember 2022 06:25 WIB

Share
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi secara hybrid. (foto: ist)
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi secara hybrid. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebut inflasi perlu dikendalikan karena menyangkut perut rakyat. 

"Ini menyangkut masalah perut rakyat, kenaikan harga barang/jasa itu akan langsung berdampak kepada rakyat, oleh karena itulah perlu terus kita kendalikan,” tegas Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin 5 Desember 2022.

Mendagri mencatat laju inflasi dalam negeri pada November 2022 melandai dibanding bulan sebelumnya. Ia mengatakan, melandainya laju inflasi tersebut berkat keberhasilan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan inflasi. 

"Saya mengapresiasi kinerja semua pihak terkait dalam menangani persoalan tersebut," terang Mendagri.

Berdasarkan catatan Mendagri, pada November 2022 inflasi secara nasional berada di angka 5,42 persen. Jumlah ini lebih rendah dibanding pada Oktober 2022 yang masih berada di angka 5,71 persen. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada urutan kedua negara G20 yang inflasinya rendah setelah Jepang dengan inflasi 3,70 persen. 

"Kalau (negara) yang lain-lain sudah tinggi, 18 negara G20 baik Amerika, kemudian Eropa, semua (inflasinya) di atas angka kita," jelas Mendagri.

Mendagri menegaskan, tingkat inflasi secara nasional merupakan agregat kinerja dari tingkat pusat dan pemerintah daerah (Pemda). 

Karena itu, kata Mendagri, Presiden ingin agar penanganan inflasi dilakukan seperti saat menangani pandemi, yakni dievaluasi setiap minggu. Dengan begitu, semua pihak tetap peduli dan fokus menangani inflasi. (johara)

Reporter: Agus Johara
Editor: Cahyono
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar