Di Tengah Ancaman Resesi Global, Indonesia Jadi Magnet Investasi

Sabtu, 3 Desember 2022 17:29 WIB

Share
Ilustrasi Investasi. (foto: ist)
Ilustrasi Investasi. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro menilai resesi global yang diperkirakan akan terjadi tahun depan merupakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski demikian, sektor investasi akan menjadi rebutan oleh semua negara, termasuk Indonesia.

Karena itu, Mudrajad mendukung arahan Presiden Jokowi yang meminta jajarannya agar tidak mempersulit investasi.

"Kalau saya perkiraan resesi itu kita anggap sebagai tantangan sekaligus peluang tantangannya karena memang pertumbuhan ekonomi sudah membaik pasca pandemi 2020 yang hampir semua daerah semua pulih maksudnya positif dan sektor-sektor juga mulai tumbuh positif" ujar Mudrajad saat dihubungi wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, pemerintah harus mempersiapkan berbagai skenario dari resiko hingga resiko terburuk seperti misalnya terjadi penurunan ekspor produk dari komoditas tanah air.

"Resesi global itu akan diperkirakan 2023 itu mulai bulan apa kalau mulai bulan Januari kan tinggal menghitung hari jadi kita harus mempersiapkan skenario yang terburuk yang terburuknya apa ekspor turun karena ekspor kita yang meningkat selama 6 bulan terakhir ini itu banyak didorong oleh harga komoditi yang meningkat batubara kelapa sawit dan lain lain," ucapnya.

Mudrajad menyebut Indonesia mengalami surplus secara neraca perdagangan tapi dari segi jasa, masih defisit.

"Nah itu yang harus jadi PR bagi kementerian maupun OJK maupun Bank Indonesia bagaimana kita mendorong agar transaksi berjalan kita surplus," katanya.

Oleh karenanya, apabila Indonesia menghadapi resesi, maka yang harus disiapkan adalah ekonomi yang tidak terlalu terbuka. Sebab hal itu menjadi positif karena dampaknya tidak terlalu terasa.

"Tapi yang harus kita jaga adalah investasi dan juga konsumsi rakyat konsumsi rumah tangga itu harus tetap positif karena itu yang paling besar," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga harus tetap menjaga daya beli masyarakat, Rektor Universitas Trilogi itu juga mendorong agar semua pihak tetap belanja baik jtu ke warung kelontong atau ke UMKM.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar