Bharada E Bohongi Kapolri Karena Diperintah Ferdy Sambo

Rabu, 30 November 2022 17:29 WIB

Share
Foto : Terdakwa pembunuhan Brigadir J Richard Eliezer alias Bharada E menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)
Foto : Terdakwa pembunuhan Brigadir J Richard Eliezer alias Bharada E menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Terdakwa eksekusi pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Richard Eliezer alias Bharada E mengaku telah berbohong kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat terjadinya tragedy di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. 

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022) Bharada E bohong ke Kapolri lantaran diperintah Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Terdakwa yang menjalani sidang adalah Kuat Maruf dan Ricky Rizal. Bharada E mengaku pernah dipanggil Listyo guna menjelaskan insiden yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 tersebut. Saat itu, turut hadir sosok Sambo yang masih mengemban jabatan sebagai Kadiv Propam Polri.

"Pada saat saya dipanggil Kapolri itu, yang pertama kali dipanggil Kapolri di situ ada pak FS (Ferdy Sambo) di depan, jadi FS masuk ke ruangan saya, tidak terlalu jauh," kata Richard, Rabu (30/11/2022).

Ferdy Sambo, lebih dulu meminta agar Richard menceritakan soal skenario yang telah disusun. Skenario itu adalah telah terjadi baku tembak lantaran Yosua terpergok melecehkan istri Sambo, Putri Candrawathi.

"'Kau jelaskan saja sesuai skenario itu.' Jadi saya pada saat itu saya sempat membohongi Bapak Kapolri juga," ungkap Bharada E.

Lebih lanjut Richard juga mengaku kembali dipanggil Jendral Listyo. Pada pertemuan kedua itulah dia baru berkata jujur soal apa yang terjadi sebenarnya. "Pertemuan kedua sudah terbuka," pungkas Bharada E.

Richard hanya terdiam ketika diminta naik ke lantai tiga rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling 3, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) lalu. Dia mendapati Ferdy Sambo sudah duduk di sebuah sofa panjang di ruang keluarga.

Setelah diminta duduk, Richard langsung mendengarkan eks Kadiv Propam Polri itu berbicara sesuatu. Polisi dengan pangkat Bharada itu juga mendapati Ferdy Sambo sesekali mengambil jeda untuk menangis -- dan wajahnya memerah.

"Kamu tahu tidak, ada kejadian apa?" kata Sambo kepada Richard. "Siap, tidak tahu Bapak," jawab Richard.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar