Nah Ini Dia: Suami Kerjanya Malam Hari di Rumah 'Kerjain' Pembantu

Selasa, 29 November 2022 07:00 WIB

Share

SUAMI-istri dari Semarang ini orang sibuk semua. Hardi, 40, kerja di percetakan dan Rini, 35, menjadi karyawati swasta. Lalu apa kerjaan suami manakala di rumah, ternyata malah “kerjain” pembantunya, Iyem, 27. Tentu saja Rini mengadu ke orangtuanya, minta diberi solusi. Ternyata fatwa orangtua adalah, ya sudah kalian cerai sajalah!

Banyak suami istri yang pekerja semua, dengan jam kerja kadang berbeda. Suami kerjanya malam hari, dan istri bekerja siang hari. Kondisi ini sering dimanfaatkan setan yang kurang kerjaan, misalnya dia ngompori  si suami; ketimbang siang hari bengong saja, kenapa tidak memanfaatkan pembantunya sebagai obat iseng? Bila suami tergoda, sejak itu dia dapat gelar baru: lelaki bujang, alias babu-babu diterjang.

Hal ini dialami bener oleh Hardi yang bekerja di percetakan di Semarang. Dia kera mulai pukul 20:00 hingga pukul 04:00 pas adzan subuh. Tiba di rumah tak lama kemudian istri pamitan berangkat kerja. Nah, di kala situasi aman terkendali itulah Hardi kemudian dirayu setan dan kemudian gentian merayu Iyem pembantunya. “Nanti sampeyan disebut bujang lho Pak, babu-babu diterjang!” kata si pembantu.

Tapi Hardi siap dengan resiko itu, sehingga sejak itu Hardi laksana punya dua istri. Tapi entah pada kesempatan ke berapa, ulahnya kepergok Rini yang pulang cepat. Dia melihat suaminya sedang “kebo-keboan” di kamar. Dia hanya bisa menangis, sebab mau ribut-ribut tetangga malah jadi tahu. Salah-salah diviralkan orang, kan sekarang jamannya semua orang jadi wartawan.

Rini lalu mengadu pada orangtuanya, minta bagaimana solusinya yang terbaik. Bak orang MUI saja, ayah memfatwakan, ya sudah cerai saja, meski perceraian itu perbuatan halal yang sangat dibenci Allah. “Mumpung kalian belum ada anak!’ kata ayah. Dan hari berikutnya benar-benar Hardi diseret ke Pengadilan Agama Semarang untuk mengurus perceraiannya.

Pastilah si Iyem nantinya naik status, dari PRT jadi IRT. (GTS)

Editor: Winoto
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar