Kembalian Beli BBM Kurang, Pria di Tangerang Pukul Pegawai SPBU

Senin, 28 November 2022 12:35 WIB

Share
Perjanjian damai antara korban dengan pelaku. (Ist)
Perjanjian damai antara korban dengan pelaku. (Ist)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID  - Seorang pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tanah Tinggi, Kota Tangerang berinisial EAK mengalami pemukulan oleh seorang pria bernama DP pada, Sabtu (26/11/2022) lalu.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.32 WIB tersebut pun viral di sosial media. Dari video yang didapat, nampak seorang lel aki mendatangi pegawai SPBU yang tengah melakukan aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan. Sontak pelaku langsung menarik baju bagian leher korban.

Menyikapi viralnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Tangerang dibantu Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota melacak pelaku dengan mengidentifikasi plat nomer yang digunakannya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Nugroho mengungkapkan, kedua belah pihak antara korban dan pelaku telah dilakukan pemeriksaan. Keduanya sepakat berdamai dengan membuat surat perjanjian yang berlangsung di Mapolsek Tangerang, Minggu, (27/11/2022) malam.

"Kejadian tersebut terjadi karena, satu bahwa pelaku merasa bahwa pada saat membeli bensin sebanyak 3 liter, dia menggunakan uang Rp 100 ribu, dikembalikan oleh saudari Elinda hanya Rp 20 ribu. Pada saat itu tidak dicek oleh  Didik. Pada saat pulang, kemudian di jalan dia cek, kemudian karna merasa uangnya Rp 100 ribu, akhirnya kembali ke SPBU," ujar Zain, Senin (28/11/2022).

Kata Zain saat itu merasa uang kembaliannya tidak sesuai, pelaku langsung kembali menuju SPBU. Sesampainya di lokasi, pelaku sempat berdebat hingga menimbulkan rasa kesal hingga membuatnya melakukan pemukulan.

"Kemudian disitulah kembali terjadi perdebatan, dia kesel, dia menyerang leher dr korban, dan melakukan pemukulan, ngeplak kepala, setelah itu pelaku membuang uang Rp 20 ribu kebawah. Karena ketakutan Elinda memberikan uang rp 50 ribu ke didik. Akhirnya pelaku kembali ke rumahnya," papar Zain.

Dirinya menyayangkan dengan adanya peristiwa tersebut. Apalagi, kejadian itu melibatkan seorang wanita. Menurutnya, apabila terjadi sebuah permasalahan harus diselesaikan secara baik-baik tanpa perlu adanya tindak kekerasan.

"Kemudian dari hasil pemeriksaan, kedua belah pihak, pihak Elinda didampingi orangtua, dan Didik Prabowo didampingi sepakat damai . Saudari Elinda, pada kesempatan ini memaafkan apa yg dilakukan didik. Dia tidak akan buat laporan dan tidak akan menuntut dan melanjutkan atas perbuatan yang dia alami," jelasnya.

Sedangkan saudara Didik Prabowo, dia menyesali perbuatan yang dilakukan karena melanggar hukum dan yang bersangkutan juga meminta maaf kepada korban.

Halaman
Reporter: Muhammad Iqbal
Editor: Tri Haryanti
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar