Jadi Utusan Khusus Presiden, Plt Ketum PPP Mardiono Pastikan Tren Angka Kemiskinan Akan Menurun

Rabu, 23 November 2022 19:29 WIB

Share
Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono. (Foto/ist)
Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono. (Foto/ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Kini, Presiden menugaskan Muhamad Mardiono, untuk membantu upaya memperkuat ketahanan pangan domestik guna mengantisipasi dampak resesi dan krisis global.

"Bagaimana terus membangun ketahanan pangan dalam negeri kita karena kita tahu juga saat ini sedang menghadapi resesi krisis dunia yang pangan adalah menjadi prioritas utama," kata Mardiono dalam keterangannya, Rabu, (23/11/2022).

Presiden, kata Mardiono, memberi perintah pada dirinya untuk terus melakukan koordinasi dengan instansi-instansi pemerintah, melakukan kunjungan ke lapangan, serta melakukan kajian-kajian terkait upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan.

Dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kata Mardiono, dirinya juga diberi tugas oleh Presiden untuk mengawal tujuan pertama SDGs yakni pengentasan kemiskinan dan tujuan kedua SDGs yaitu ketahanan pangan.

Dia menjelaskan upaya meningkatkan ketahanan pangan akan dilakukan sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.

"Selanjutnya saya akan memastikan bahwa tren angka kemiskinan akan terus menurun," kata Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono, selaku utusan khusus Presiden.

Jumlah penduduk miskin di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 26,16 juta orang atau 9,54 persen dari total penduduk Indonesia, hingga Maret 2022.

Sedangkan berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Global, indeks Indonesia saat ini tercatat sebesar 60,2 poin. Indeks tersebut ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia dalam kategori moderat.

"Perlu untuk terus melakukan penguatan terhadap kesediaan kualitas dan keberlanjutan pasokan pangan serta keterjangkauan harga pangan yang bisa dijangkau oleh rakyat Indonesia," kata dia.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar