Tekan Biaya Angkut, Pemerintah Harus Wajibkan Perusahaan Kelola Limbah dengan Baik

Minggu, 20 November 2022 21:50 WIB

Share
mahasiswa pascasarjana manajemen lingkungan Universitas Pakuan ke pusat pengolahan limbah industri PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) . (foto: panca)
mahasiswa pascasarjana manajemen lingkungan Universitas Pakuan ke pusat pengolahan limbah industri PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) . (foto: panca)

BOGORPOSKOTA.CO.ID - Pakar Lingkungan dan Sumber Daya Alam, Prof Isman Kadar menyayangkan Indonesia yang saat ini hanya memiliki satu perusahaan pengelolaan limbah modern dan terintegrasi.

Hal itu, diungkapkannya saat mendampingi mahasiswa pascasarjana
manajemen lingkungan Universitas Pakuan ke pusat pengolahan limbah industri PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Klapanunggal Bogor, pada Sabtu (19/11/2022).

"Kalau menurut saya pengelolaannya sudah sangat mumpuni dan memenuhi syarat perundang-undangan di Indonesia. SOP nya ketat dan disiplin," puji guru besar Universitas Pakuan Bogor tersebut.

Namun, akademisi lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pun menyayangkan untuk negeri seluas Indonesia hanya memiliki satu perusahaan pengolahan limbah yang modern dan terintegrasi. 

 

"Industri di Indonesia banyak sekali, yang terserap oleh PPLI paling banyak hanya 40 persen," imbuhnya.

Kehadiran para calon Master Lingkungan ini, lanjut Isman, untuk melihat secara langsung metode pengolahan limbah yang baik dan benar. 

Isman menilai dengan hanya ada satu industri saja pengolahan limbah yang modern dan terintegrasi akan membuat biaya transportasi pengangkutan limbah menjadi tinggi. 

 

"Biaya transportasi akan mahal sekali pastinya bagi lokasi perusahaan penghasil limbah yang lokasinya di Papua misalnya," katanya.

Halaman
Reporter: Panca Aji
Editor: Deny Zainuddin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar