Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, NU Ajak Warga Tanjung Priok Tingkatkan Ukhuwah

Minggu, 13 November 2022 17:09 WIB

Share
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakut. (deny)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakut. (deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus peringatan Hari Santri Nasional digelar Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tanjung Priok, di wilayah Papanggo, Jakarta Utara, pada Sabtu (12/11/2022) malam. 

Kegiatan dengan tema ‘Menjaga Tradisi NU serta Menjaga Ukhuwah’ tersebut, diisi dengan pembacaan rawi Maulid Nabi Muhammad SAW, pembacaan ayat suci Al-Quran dan ceramah yang disampaikan oleh KH.Taufiq Damas,LC beserta Habib Abdulrahman bin Hadad Alhabsy.

Dalam pesannya, KH. Taufiq Damas, LC mengajak umat Islam untuk menanamkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai umatnya juga, kita pun wajib mensuri teladani Nabi Muhammad SAW agar selalu mendapatkan syafaat di hari akhir. 

 

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Abdul Mu’in, Awan PWNU DKI sekaligus Tokoh Pemuda Jakarta Utara, Tri Waluyo,SE.,SH. Kemudian, Ketua PCNU Jakarta Utara, KH. Agus Muslim dan Ketua MWC NU Kecamatan Tanjung Priok, KH.Daniel Abadi. 

Dikatakan KH. Abdul Mu’in, bahwa lailatul ijtima dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara bertukar ilmu dan menambah ilmu merupakan bagian dari menjaga tradisi NU. Hingga, kegiatan pun harus dimasifkan khususnya di wilayah Kecamatan Tanjung Priok.

“Sehingga ikatan ukhuwah dan silahturahmi satu sama lainnya bisa tercipta di Tanjung Priok,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan itu, KH. Abdul Mu’in juga mengajak kepada para jamaah untuk mendukung dan mendoakan apa yang menjadi hajat dari Awan PWNU DKI, Tri Waluyo untuk jadi anggota legislatif Kebon Sirih di tahun 2024.

Sementara itu, Awan PWNU DKI sekaligus Tokoh Pemuda Jakarta Utara, Tri Waluyo,SE.,SH mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu sebagai amanat dari pendiri dan para masayikh untuk mengurusi NU.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar