Ratusan Jemaah Umrah Terancam Gagal Berangkat Gegara Langkanya Vaksin Meningitis

Jumat, 11 November 2022 20:10 WIB

Share
Vaksin meningitis diwajibkan bagi warga yang akan menunaikan ibadah Umrah
Vaksin meningitis diwajibkan bagi warga yang akan menunaikan ibadah Umrah

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID
Ratusan calon jemaah Umrah dari Jakarta dan sekitarnya mengeluhkan sulitnya mendapatkan vaksinas menengitis. Mereka terancam gagal berangkat karena Rumah sakit yang biasa menyediakan vaksin manengitis mengaku tidak memiliki stok vaksin.

Warga Jalan Ciledug Raya Dedeh mengaku sudah menjelajah sejumlah rumah sakit di Jakarta tetapi gagal untuk melakukan vaksin meningitis lantaran tidak ada stok vaksin. 

Terakhir Dede menghubungi  RS Pon di Cawang Jakarta Timur, lantaran mendapat informasi bahwa Jumat (11/11) stok vaksin tersedia. Namun ketika menghubungi via telepon, seorang petugas menjawab stok vaksin sudah habis.

Dedeh mencoba menghubungi Rumah Sakit Fatmawati tetapi petugas RS malah menjawab RS Fatmawati tidak melayani vaksin meningitis.

STOK VAKSIN HABIS

Sementara itu, petugas Rumah Sakit PON di Cawang, Jakarta Timur, yang ditanya Poskota mengatakan tidak ada stok alias habis. Ketika ditanya kapan ada vaksin lagi, petugas tersebut menjawab tidak tahu. Nada yang sama disampaikan petugas RS Fatmawati di Jakarta Selatan. 

Petugas operator yang dihubungi mengatakan, belum ada stok vaksin menengitis di rumah sakit tersebut. Petugas tersebut tidak bisa menjanjikan kapan stok vaksin tersedia.


Jadwal Lengkap Sidang Lanjutan Ferdy Sambo Pekan Depan, 14-18 November
Kelangkaan vaksin manengitis ini juga terjadi di Bandung. Sejumlah rumah sakit yang biasa menyediakan vaksin manengitis menyebutkan pasokan vaksin dari pusat tidak jelas waktunya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan sebenarnya Pemerintah Arab Saudi sudah tidak mewajibkan keharusan vaksin meningitis bagi jemaah yang hendak ke Tanah Suci.

Namun, kata Hilman, regulasi di Indonesia masih mewajibkan vaksin meningitis bagi jemaah haji dan umrah.

Halaman
Editor: Tatang Suherman
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar