NasDem Kalang Kabut Kehilangan Suara Usai Deklarasikan Anies, SMRC: Pemilih Non Muslim Turun

Kamis, 6 Oktober 2022 14:50 WIB

Share
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum Partai NasDem, Surya Paloh. (Foto: Ist).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum Partai NasDem, Surya Paloh. (Foto: Ist).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Partai NasDem tengah dirundung kabar pahit. Basis pendukung partai tersebut turun usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden beberapa waktu lalu.

Turunnya basis pendukung NasDem disampaikan oleh Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Deni Irvani. Deni mengungkapkan sosok Anies Baswedan jadi faktor hilangnya suara terhadap NasDem.

Hilangnya suara NasDem paling signifikan terjadi di Indonesia bagian Timur. Menurut Deni, rata-rata basis pendukung NasDem di wilayah ini adalah warga non muslim.

Penurunan itu begitu tajam, yakni dari 10,8 persen pada bulan Mei 2021 menjadi 3,9 persen di bulan Agustus 2022. NasDem kehilangan suara dari sisi agama non-muslim dari 6,8 persen menjadi 2,5 persen.

“Suara NasDem di Indonesia Bagian Timur dan dari kelompok pemilih Non-muslim mengalami penurunan. Sementara hingga Agustus 2022 belum terlihat ada penguatan dukungan yang signifikan untuk NasDem dari Indonesia Bagian Barat dan kelompok pemilih Muslim,” kata Deni dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).

Partai NasDem sebelumnya mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024 yang akan diusungnya pada Senin lalu.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan langsung pencapresan Anies tersebut.

"NasDem ingin mencari sosok yang paling baik, dari yang baik. Ini lah mengapa NasDem melihat sosok Anies Baswedan," kata Surya Paloh.

Surya Paloh yakin betul NKRI bakal menjadi bangsa yang bermartabat dan berkarakter di bawah kuasa Anies Baswedan.

"Kami ingin menitipkan perjalanan bangsa ini ke depan, jika terpilih menjadi Presiden. Pimpinlah bangsa ini, jadi bangsa yang bermartabat, dan berkarakter," kata Surya Paloh.(*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar