Baim Wong dan Paula Bikin Konten Video Prank Soal Korban KDRT. LPSK: KDRT Tidak untuk Dibuat Canda, Apalagi untuk Konten Murahan

Senin, 3 Oktober 2022 15:16 WIB

Share
Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven. (foto: ist)
Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Baim Wong dan Paula Paula Verhoeven kerap membuat konten terkait dengan isu-isu terkini. Konten terbaru yang ia unggah, Baim Wong dan Paula Verhoeven bikin konten video prank yang terkait dengan korban KDRT, terkait  yang sedang dialami Lesti oleh Rizky Billar.

Baim Wong dan Paula datang ke kantor polisi untuk ngeprank polisi seolah terjadi KDRT dalam rumah tangga mereka. Baim yang menyuruh sang istri yakni Paula Verhoeven untuk berpura-pura menjadi korban KDRT.

Paula meminta untuk dilakukan visum sebagai pembuktian, yang dimana itu hanya untuk keperluan konten. Demi membuat konten, dirinya telah menyiapkan tim dan sejumlah kamera tersembunyi.

Paula masuk ke kantor polisi Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dengan niat membuat laporan “Pak saya mau buat laporan Tindakan KDRT,” ucap Paula Venhoeven.

Baim Wong yang berada di mobil tertawa ketika polisi percaya dengan penuturan sang istri Paula.

Namun, konten prank KDRT yang diunggah channel Youtube Baim Paula menuai kontroversi dan membuat Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) angkat bicara terkait prank laporan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyebut apa yang dilakukan Baim Wong adalah sesuatu yang tak pantas dan tak layak untuk ditiru.

“Sesuatu hal yang tak pantas dan tak layak ditiru,” ujar Edwin Partogi (3/10/2022).
Edwin mengatakan tak sepantasnya peristiwa yang tidak diinginkan oleh semua pihak itu dijadikan bahan lelucon oleh seorang figure publik.

“KDRT telah menjadi neraka buat korban, KDRT itu tidak untuk dibuat canda apalagi hanya untuk konten video murahan, KDRT itu harus diperangi,” imbuhnya.

Sebagai Lembaga yang melindungi banyak korban kekerasan, LPSK khawatir apa yang dilakukan Baim Wong akan merusak penanganan KDRT di kepolisian.
Edwin merasa kasihan bila ada korban yang sebenarnya ada yang tidak percaya kepolisian atas laporannya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar