Jaring Sampah yang Ada Kerap Hilang Tak Kuat Menahan Arus Sungai, Pemkab Bekasi Pasang Permanen Jaring dari Besi

Minggu, 25 September 2022 12:40 WIB

Share
Satu alat berat saat mengangkat sampah di aliran Kali Cikarang Sukawangi beberapa waktu lalu. (Foto: Ihsan Fahmi).
Satu alat berat saat mengangkat sampah di aliran Kali Cikarang Sukawangi beberapa waktu lalu. (Foto: Ihsan Fahmi).

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Beberapa waktu lalu, pemerintah Kabupaten Bekasi mengangkut sampah 130 ton yang menyumbat empat aliran sungai di wilayah Tambun Selatan dan Utara.

Agar penyumbatan sampah tak terulang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana akan memasang jaring sampah permanen. Jaring sampah yang ada selama ini kerap hilang akibat tak kuat menahan arus sungai.

Merespon hal ini, PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong mengungkapkan, pemasangan jaring sampah memiliki komponen terbuat dari besi, dan mampu kuat menahan aliran sungai.

"Tahun ini kita akan pasang jaring yang terbuat dari besi dan setiap dua sampai tiga minggu sekali kita angkat sampahnya. Untuk titiknya nanti akan kita sampaikan lagi," ujar Rahmat Atong dalam keterangannya, Minggu (25/9/2022).

Sejauh ini jaring sampah yang ada kerap hilang karena tak kuat menahan arus sungai ketika sampah penuh. Oleh karena itu, Pemkab Bekasi akan memasang permanen jaring dari besi biar kuat.

Ia menjelaskan beberapa titik aliran sungai telah dilakukan pemasangan jaring. Namun jaring yang terpasang tersebut kerap hilang.

Adapun kerap hilangnya jaring tersebut diduga dikarenakan arus sungai yang kuat tak dapat menahannya.

Dengan demikian pemasangan jaring sampah tersebut akan dibuat permanen, dan jaring sampah itu terbuat dari besi.

"Jaringnya selalu hilang, entah karena terbawa arus atau ada yang nakal. Makanya kita mau pasang jaring lagi tapi yang terbuat dari besi. Nanti juga ada petugas yang diberikan kewenangan untuk menjaga jaring itu supaya tidak hilang lagi," jelasnya.

Proses pemasangan jaring dikali sungai sebelumnya telah dilakukan. hal ini sebagai upaya mencegah banjir.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar