Buntut Aksi Arogan Wakil Ketua DPRD Kota Depok terhadap Sopir Truk, Partai Golkar Sampaikan Permohonan Maaf

Minggu, 25 September 2022 22:51 WIB

Share
Ketua DPP Partai Golkar Wilayah Jawa 1, Qodrat Iswara menyampaikan permintaan maaf atas aksi arogansi Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri. (andi adam faturahman)
Ketua DPP Partai Golkar Wilayah Jawa 1, Qodrat Iswara menyampaikan permintaan maaf atas aksi arogansi Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri. (andi adam faturahman)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Partai Golkar menyatakan permohonan maaf atas aksi arogan yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri yang menjadi sorotan usai diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap salah seorang sopir truk, beberapa waktu lalu.

Ketua DPP Partai Golkar Wilayah Jawa 1, Qodrat Iswara mengatakan, tindakan Tajudin Tabri yang notabene merupakan seorang representasi rakyat, sejatinya tidak pantas untuk ditiru dan dibenarkan.

"Maka dari itu, kami atas nama Partai Golkar memohon maaf kepada yang bersangkutan, kepada keluarganya dan kepada seluruh masyarakat atas terjadinya peristiwa yang tidak patut yang dilakukan oleh saudara Tajudin Tabri Wakil Ketua DPRD Partai Golkar," kata Qodrat kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/9/2022).

Dia melanjutkan, video arogansi Tajudin Tabri juga telah direspons oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang kemudian telah memberikam intruksi langsung pada Tajudin, untuk memberikan klarifikasi atas aksi arogansinya itu.

Tindakan Tajudin, ucap Qodrat, tentu akan diproses baik itu secara internal oleh Partai Golkar maupum oleh DPRD Kota Depok sendiri.

"Secara internal, tentu ada mekanisme, ada aturan yang ada di organisasi. Kami di Partai Golkar, Pak Ketum Airlangga langsung sudah menginstruksikan itu untuk segera diminta klarifikasinya," ujar dia.

"Dan selanjutnya di internal DPRD sendiri itu ada lembaga badan kehormatan dewan, itu pasti akan diproses. Jadi biarkanlah diproses baik oleh badan kehormatan dewan, maupun oleh internal partai kami," sambungnya.

Selain itu, ungkap Qodrat, Tajudin Tabri pun telah menyatakan permohonan maaf langsung kepada sopir truk yang diduga dianiaya tersebut.

Bahkan, dia juga mendukung upaya Kepolisian yang ingin menjadi mediator dalam penyelesaian polemik yang melibatkan salah satu kader Partai berlogo Pohon Beringin itu.

"Karena yang bersangkutan (sopir truk) mau melaporkan. Tadi kami sudah meminta Tajudin meminta maaf. Mudah -mudahan dapat dilakukan mediasi antara Tajudin dan korban. Di luar itu, atas nama pimpinan Golkar Jawa Barat saya meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Tajudin Tabri," ucapnya.

Restorative Justice

Sementara itu, polisi bakal berupaya menggunakan metode restorative justice dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang sopir truk bernama Ahmad Misbah, dengan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri, beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, esok hari Polres Metro Depok akan berupaya mempertemukan kedua belah pihak dalam rangka penyelesaian kasus.

"Mereka sudah ada komunikasi dan kemudian mereka sudah sampaikan kepada penyidik, bahwa kedua belah pihak telah menyampaikan bahwa hari Senin akan datang ke Polres untuk menyelesaikannya," kata Zulpan saat dihubungi wartawan di Polda Metro Jaya, Minggu (25/9/2022).

Zulpan menerangkan, meski laporan kasus dugaan penganiayaan ini sudah diterima dan dalam proses penanganan oleh pihak Satreskrim Polres Metro Depok.

Namun, restorative justice akan terus diupayakan sebagai alternatif penyelesaian masalah.

"Sejalan dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif. Prinsipnya jika sudah ada kesepakatan damai akan difasilitasi melalui mekanisme restorative justice," ucap Zulpan.

Untuk diketahui, sebuah video yang menampilkan tindakan dugaan penganiayaan yang dilakukan pejabat viral di media sosial.

Dalam video viral tersebut, nampak seorang pejabat yang diketahui merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri menyuruh seorang sopir truk bernama Ahmad Misbah untuk push up dan berguling-guling di permukaan aspal Jalan Krukut, Limo, Kota Depok.

Adapun alasan Tajudin menyuruh sopir truk tersebut untuk melakukan hal demikian, ialah dikarenakan mobil yang dikendarai oleh Misbah mengenai portal pembatas yang ada di lokasi tersebut.

Atas kejadian tersebut, Misbah yang merasa dirinya telah dipermalukan pun melaporkan Tajudin ke Polres Metro Depok dengan dugaan kasus penganiayaan. (adam)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar