BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya Jamin Stok Beras di Jakarta Aman Hingga Akhir 2022

Senin, 5 September 2022 07:15 WIB

Share
BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya, badan usaha penyedia logistik untuk DKI Jakarta. (foto: ist)
BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya, badan usaha penyedia logistik untuk DKI Jakarta. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya dan BUMN Perum Bulog Kanwil Jakarta Banten menjamin stok beras di Jakarta aman sampai akhir 2022. Perum Bulog memiliki stok beras kurang lebih 1,1 juta ton.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo menjelaskan, stok beras yang dimiliki pihaknya sudah melampaui batas aman yaitu berjumlah 30 ribu ton.

"Untuk stok cadangan beras di Pasar Induk Cipinang, safety stock-nya adalah 30 ribu ton, saat ini stok di Cipinang ada 33 ribu ton," kata Pamrihadi keterangan tertulinya, Minggu, (4/9/2022).

Selanjutnya, kata Pamrihadi, pihaknya juga masih punya cadangan beras sebanyak 8.000 ton yang ada di gudang Food Station, ditambah dengan sekitar sembilan ribu ton stok di berbagai gudang mitra Food Station.

Pamrihadi menyampaikan, sebagai BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya menjadi instrumen dalam melaksanakan program-program terkait kesejahteraan masyarakat. Ia pun mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam upaya menjaga dan menstabilkan ketersediaan dan harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

Lebih lanjut, untuk harga beras dari awal tahun 2022 sampai sepanjang tahun 2022 diprediksi stabil dikarenakan lancarnya pasokan beras dan tidak terjadi gagal panen di daerah produsen.

Bahkan, menurut Pamrihadi, indeks harga beras pada tahun 2022 ini mengalami sedikit penurunan dibanding periode tahun 2021 kurang lebih 1 persen hingga 1,1 persen.

"Indeks harga di Pasar Induk Cipinang kurang lebih 1 persen sampai 1,1 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Jadi harga sebetulnya relatif stabil," tutupnya.

Sekadar informasi, harga Eceran Tertinggi (HET). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengaku akan mengatur ulang Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah strategis itu dilakukan sebagai dampak kenaikan harga beras selama Agustus 2021.

"Sedang kami hitung berapa harga eceran tertinggi beras yang pas," kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Jumat, 2 September.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar