Harga BBM Naik, Aktivis Mahasiswa GMNI Banten Tuding Pemerintah Tidak Memikirkan Nasib Rakyat Kecil

Sabtu 03 Sep 2022, 18:37 WIB
Para aktivis mahasiswa GMNI Banten, saat demo di salah satu SPBU di Pandeglang.

Para aktivis mahasiswa GMNI Banten, saat demo di salah satu SPBU di Pandeglang.

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Akhirnya, pemerintah mengambil kebijakan, harga BBM naik. Aktivis dari SPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten menilai kebijakan pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat kecil.

Sebab menurut GMNI, dengan dinaikannya harga BBM sekarang ini membuat masyarakat menjerit. Lantaran dengan dinaikannya harga BBM tersebut sangat menyulitkan masyarakat khususnya masyarakat kecil.

Ketua DPD GMNI Banten, Indra Pattiwara menyampaikan, kenaikan harga BBM yang di lakukan oleh pemerintah adalah bukti bahwahsanya pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat kecil.

"Ini adalah kegagalan pemerintah dalam mengatur subsidi BBM yang mengakibatkan anggaran subsidi dan kompensasi energi akan kembali membengkak sebesar Rp198 triliun. Jika tidak ada kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar, dan atas kegagalan itu rakyat kecil yang menanggung semua itu," ungkapnya, Sabtu (3/9/2022).

Sementara, Pengurus DPD GMNI Banten, Dase Dirgantara menambahkan, ada ke khawatiran kenaikan BBM ini ditengarai akan menjadi pemicu kemahalan harga bahan pokok. Sehingga kenaikan ini dinilai akan menjadi bencana bagi perekonomian masyarakat.

"Masyarakat indonesia baru coba beradaptasi dari krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemik Covid-19 dan sekarang masyarakat harus merasakan kenaikan BBM, akibat dari kelalaian pemerintah ini akan jadi bencana untuk masyarakat," ujarnya. (Samsul Fatoni).

 

Berita Terkait
News Update