Komnas PA vs LPAI Memanas! Arist Merdeka Sirait Nyolot Lihat Kak Seto Lindungi Anak Irjen Ferdy Sambo Cuma Pencitraan : Mereka Bukan Anak Yatim Piatu

Jumat, 26 Agustus 2022 22:08 WIB

Share
Kolase foto Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait. (ist/diolah dari google.com)
Kolase foto Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait. (ist/diolah dari google.com)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait ikut menyindir Ketua LPAI, Seto Mulyadi alias Kak Seto yang menangani perlindungan anak Ferdy Sambo.

Mengutip berita jakarta.poskota.co.id, menurutnya, seharusnya yang melindungi anak-anak Irjen Ferdy Sambo adalah keluarga besarnya.

Hal ini disebabkan oleh anak-anak Irjen Ferdy Sambo tidak termasuk dalam kategori anak yatim-piatu. “Anaknya Sambo itu bukan yatim piatu, orang tuanya saja yang tersandung masalah hukum. Seharusnya perlindungan itu bisa diberikan dari keluarga besarnya,” ujar Arist Merdeka Sirait.

Arist Merdeka Sirait mengatakan masih banyak anak-anak lainnya yang jauh lebih berhak untuk memperoleh perlindungan. 

“Masih banyak anak-anak yang lebih membutuhkan perlindungan, misalnya anak terduga teroris dan sebagainya, itu lebih perlu mendapat perlindungan,” kata Arist Merdeka Sirait. 

Arist Merdeka Sirait kembali menegaskan anak-anak Irjen Ferdy Sambo bukan berasal dari keluarga miskin. 

Oleh karena itu, sudah semestinya anak Irjen Ferdy Sambo diserahkan kepada keluarganya bukan diambilalih oleh LPAI.

“Artinya negara harus hadir dalam situasi yang sekarang, bukan justru diambil alih anak itu. Serahkan saja kepada keluarga Sambo, karena anak-anaknya bukan yatim piatu dan bukan dari keluarga miskin,” terang Arist Merdeka Sirait. 

Arist Merdeka Sirait kemudian menganggap pihak yang saat ini melakukan pendampingan terhadap anak Irjen Ferdy Sambo hanya sedang melakukan pencitraan semata. 

“Tentu ini bukan emergency, saya sendiri tidak masuk ke wilayah itu karena saya anggap keluarga Sambo masih mampu untuk melindungi itu. Jadi, kalau ada orang yang seolah-olah mau melindungi, ya bisa saja itu disebut pencitraan,” imbuh Arist Merdeka Sirait

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1 Komentar